Festival Lentera Cina (1)

Festival Lentera tahun ini (2011) jadi momen paling menarik buat saya dan suami sebab untuk pertama kali kami berusaha mengabadikan perayaan ini lewat video dan foto yang lebih berkualitas. Perayaan tahun lalu juga ngga terlewat sih, hanya hasil video dan fotonya jauh dari maksimal. Dengan kamera handphone yang lebih baik dari sebelumnya, kami ‘ngancam’ mau mengabadikan berbagai perayaan disini..tujuan utamanya sih buat jadi pelepas kangen saat kami ngga hidup di negeri panda lagi🙂

Orang-orang dipenjuru dunia punya sebutan beragam untuk festival ini, mulai dari Cap Gomeh (Indonesia), Chinese Lanterns Festival (Eropa & Amerika Utara), Chap Goh Meh (Singapura & Malaysia), Yuan Xiao & Tang Yuan (Cina Daratan), dan Yuen Siu (Hongkong).  Apapun sebutannya festival lentera adalah salah satu budaya masyarakat cina yang menarik banget..

Saat kecil saya sering dengar istilah Festival Cap Gomeh sebagai tradisi masyarakat keturunan tionghoa di Indonesia, tapi sedihnya ngga pernah tahu atau cari tahu apa sebetulnya festival tersebut. Kadang saya berpikir rendahnya upaya mencari jawab atas keingintahuan saya adalah bagian dari produk lingkungan Indonesia karena kata orang, ‘kamu adalah produk lingkungan/masyarakatmu”. Dalam konteks Indonesia, saya khawatir kita adalah masyarakat yang rendah upaya utk mendidik diri dgn berbagai informasi dan pemahaman atas kejadian disekitar kita, well, kecuali mungkin hal berbau gosip dan perseteruan, hahaha.. Thus, selain perayaan Imlek bisa dibilang saya tahu sedikit sekali tradisi masyarakat cina.

Hidup di Cina amat ngebantu saya memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman atas salah satu kebudayaan dan peradaban manusia tertua dibumi, sekaligus melihat pengaruhnya terhadap kebudayaan & bahasa lain khususnya Indonesia.

Sebagaimana kebudayaan cina banyak dibangun oleh berbagai legenda dan myth, festival lentera juga demikian. Kepercayaan atas latar belakang & sejarah tradisi ini amat beragam, tapi secara harfiah merujuk pada kata Yuan Xiao alias ‘malam/bulan pertama’ (Yuan: Pertama, Xiao: Malam/bulan), artinya perayaan bulan pertama tahun cina. Sementara sebutan Tang Yuan alias dumpling bulat manis (Tang: Manis, Yuan:bulat), bermakna tradisi memakan dumpling bulat kecil (xiao juga berarti kecil) berisi kacang2an manis, atau pada prakteknya isi dumpling mulai bervariasi ke sayuran atau daging.

Festival ini dirayakan tiap hari ke-15 bulan pertama (tahun ini jatuh pada 17 Februari kalender Gregorian/Masehi), saat bulan terlihat penuh (purnama). Perayaan ini juga jadi penanda hari pertama datangnya musim semi sekaligus secara resmi mengakhiri rangkaian paket parayaan tahun baru cina (total 15 hari).

Beberapa poin menarik tentang perayaan tahun baru cina yang bisa saya share:

  1. Hari pertama dan terakhir adalah ‘hari petasan dan kembang api’. Seperti petasan dan kembang api selama bulan puasa atau tahun baru di Indonesia-kah?..Nope! Mau tau seperti apa suasananya?..coba bayangkan kebisingan perang teluk tanpa henti selama 24 jam..tanpa darah, senjata, korban tapi keindahan tarian kembang api raksasa tanpa henti sepanjang malam di berbagai sudut pemukiman..🙂
  2. Hari pertama dan terakhir juga dihabiskan dengan kumpul keluarga/kerabat/teman dekat dengan makan Tangyuan (dumpling, saya kesulitan cari apa istilah indonesia-nya!).
  3. Hari terakhir (Festival Lentera) masyarakat berbondong-bondong lepaskan lentera kertas ke udara berisi harapan-harapan dan doa-nya ditahun yang baru.

Mengenai latar belakang dan sejarah, dari berbagai sumber yang saya dapati kutipan berikut saya anggap paling menarik dan relevan dengan berbagai aktifitas perayaan terkini..

“Yet another common legend dealing with the origins of the Lantern Festival speaks of a beautiful crane that flew down to earth from heaven. After it landed on earth it was hunted and killed by some villagers. This angered the Jade Emperor in Heaven because the crane was his favorite one. Therefore, he planned a storm of fire to destroy the village on the fifteenth lunar day. The Jade Emperor’s daughter warned the inhabitants of her father’s plan to destroy their village.

The village was in turmoil because nobody knew how they could escape their imminent destruction. However, a wise man from another village suggested that every family should hang red lanterns around their houses, set up bonfires on the streets, and explode firecrackers on the fourteenth, fifteenth, and sixteenth lunar days. This would give the village the appearance of being on fire to the Jade Emperor.

On the fifteenth lunar day, troops sent down from heaven whose mission was to destroy the village saw that the village was already ablaze, and returned to heaven to report to the Jade Emperor. Satisfied, the Jade Emperor decided not to burn down the village. From that day on, people celebrate the anniversary on the fifteenth lunar day every year by carrying lanterns on the streets and exploding firecrackers and fireworks.” (http://angelanilsson.wordpress.com/2010/02/27/chinese-lantern-festivalyuanxiao-festival-febr-28-2010/#comment-411)

Berhubung keterbatasan waktu, bagi yang punya kendala bahasa inggris silahkan minta bantuan mbah google untuk terjemahkan kutipan diatas yah?!😉  Akhirnya, buat anda yang merayakan tradisi Festival Lentera saya ucapkan:

“Selamat Merayakan, semoga kesejahteraan dan keberuntungan bersama anda ditahun Kelinci ini!”

4 thoughts on “Festival Lentera Cina (1)

    1. Hai! 小吃!Wah kelewatan deh hari Tangyuannya kemarin hehe.. Kalau Ronde saya malah baru dengar niy terus terang.. Dumpling kok kalo saya google translate nongolnya “kue bola” ya?… Padahal kan bentuk dumpling ngga bola amat..justru Tangyuan yang bola (thus mungkin bener Ronde itu Tangyuan (ronde=round, hihi nebak aja!).. Yang jelas kalo dumpling itu kan bentuknya kayak pempek kapal selam mini..isinya jg non-manis, either sayur atau daging.. Tangyuan baru deh serba manis.. itu kalo saya perhatikan disini ya.. Either way saya doyan keduanya! Haha.. Btw, tinggal di Shenzhen ya?

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s