Menu Keseharian: Ma La Doufu

Cina dan Doufu (*) alias tahu amat identik. Kacang kedelai menjelma jadi banyak sekali bahan makanan disini. Kalau di Indonesia kita kenal turunan yang populer adalah tahu, tempe, tauco, kerupuk tempe, susu kedelai, kembang tahu, kecap asin, dan tentu tak ketinggalan kecap manis.. Di pasar cina anda akan temuin lebih beraneka ragam lagi turunan kedelai dan tahu yang beredar di pasar..you’ll be surprised! Lain kesempatan saya akan berbagi tulisan khusus soal turunan kedelai & tahu, deh..

Anyway, ngga hanya karena berprotein nabati tinggi, tapi juga rasa dan sifatnya yang versatile bikin tahu jadi menu favorit dirumah kami..cuma dari sekian banyak cara olah tahu, favorit kami adalah Ma La Doufu (**), yang dibeberapa wilayah lain cina disebut Ma Po Tofu. Antara Ma La Doufu dan Ma Po Tofu dasarnya serupa, yaitu berupa tahu potong kotak kecil di masak dengan campuran bumbu pedas agak berkuah. Cuma, yang saya lihat bedanya Ma Po Tofu memasukkan daging giling. Hmm.. yummy!

Baik di Daqing, Harbin, Beijing, maupun Xi’an yang kami temui nama populernya adalah Ma La Doufu. Rasanya pun hampir tak ada perbedaan signifikan, kecuali beberapa restoran pakai lebih banyak lada Sichuan (***) yang super pedas dan bikin lidah-bibir terasa kebal, sebagian lain tidak. Atau, ada yang lada Sichuan-nya digiling ada yang masih berupa butiran lada kasar..kalo ngga kebiasa lada Sichuan ini bisa terasa ngeganggu keasyikan makan. Pertama-tama kenalan dengan lada sichuan di Daqing dulu, beberapa sendok suapanaja udah bikin saya berhenti dan beralih ke makanan lain😀

Saya pernah coba beberapa kali bikin Ma La Doufu dengan bumbu kira-kira sendiri.. ngga buruk tapi juga ngga selezat a la restoran, haha.. sempat berhenti bikin sendiri sampe akhirnya ketemu bumbu jadi di berbagai supermarket.. Bumbu jadi pun beragam merk yang artinya beda kualitas, harga, dan rasa. Dari yang pernah saya coba, favorit kami berdua adalah yang ada di foto berikut ini.

JP suka bumbu ini karena menurut ia rasanya lengkap dan pas.. asin pedasnya pas, lada sichuan-nya juga terasa tapi ngga bikin melotot dan kebal lidah-bibir. Harganya cuma sekitar 2.5 yuan perbungkus, cukup buat 500-700 gram tahu putih (****)

Sayangnya foto hasil jadi Ma La Doufe-nya masih harus saya korek-korek di file lama, will post it later!

Keterangan:
(*) Baca seperti ‘dofh‘, artinya tahu. Kadang ditulis Tofu.
(**) Ma La Doufu artinya Spicy Tofu/Tahu Pedas.
(***) Sichuan adalah salah satu provinsi di Cina yang amat terkenal dengan masakan serba pedasnya.
(****) Tahu putih cukup beragam kadar kelembutannya – menunjukkan berapa lama proses pengendapan saat bikin. Semakin lama pengendapan semakin padat dan keras tahu. Di Indonesia kita kenal ada tahu sutera, nah untuk Ma La Doufu/Ma Po Tofu jangan pakai jenis itu kecuali anda memang suka dan pingin tekstur tahunya hancur dan super lembut seperti bubur.

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s