Pasangan Antar-Etnis, atau, Antar-Ras?

Didepan anda melintas pasangan lelaki dan perempuan. Perempuannya berkulit coklat, rambut hitam, bola mata coklat gelap dengan kelopak mata tak cekung tapi juga tak rata, alis tebal, bibir penuh, tinggi rata-rata asia, batang hidung tak rendah tak tinggi. Sementara lelakinya berkulit terang kemerahan (dunia menyebutnya ‘putih/white’, padahal jelas ngga ada warna kulit yang putih), batang hidung tinggi, bibir tipis, rambut coklat terang, tulang alis tinggi, bola mata biru. Mereka jalan berdampingan akrab, berpegangan tangan, dan sesekali melontar ucapan-ucapan dalam bahasa asing.
———————–
Saat lihat pasangan dengan gambaran diatas, apa penyebutan yang pertama terlintas dikepala anda? Pasangan antar-ras, antar-bangsa, antar-kewarganegaraan, antar-etnis, pasangan campur, atau lainnya?🙂
Saat lebih muda dulu, pastinya saya akan sebut pasangan antar-ras (inter-racial), karena itulah yang disebut di sekolah, surat kabar, majalah, film, siaran radio, dan berbagai media diseluruh dunia termasuk Indonesia. Namun pernahkah anda terpikir apakah sebutan itu tepat? Kalau ngga pernah, jangan khawatir..anda ngga sendirian. Saya juga ngga pernah terpikir untuk menelaah istilah itu – tidak seingat saya.
Hingga satu hari beberapa tahun lalu barulah mata dan pikiran saya terbuka mengenai isu ras (race). Tepatnya saat JP men-download dan mengajak saya nonton satu video dokumenter berbasis penelitian ilmiah yang amat mencerahkan. Video itu menjelaskan akar, sejarah, dan politisasi penyebutan istilah ras yang berkembang jadi istilah populer yang salah kaprah secara global. Saya amat rekomendasikan anda tonton video itu; Race-The Power of an Illusion. Ulasan tentang video itu juga bisa dibaca di Wikipedia.
Inti video terkait istilah pasangan ‘inter-ras’ adalah; tiap manusia apapun warna kulitnya adalah satu jenis ras, yang membedakannya dengan ras hewan atau ras lainnya – baik yang sudah diungkap ilmuwan maupun belum. Jadi, secara obyektif penyebutan ‘ras’ untuk membedakan manusia satu dengan lainnya amat tak relevan. Kata pengganti ‘ras’ untuk konteks itu adalah ‘etnis’ (ethnic).
Sebab itulah penggunaan istilah ‘inter-racial couple/marriage‘ atau ‘multi-racial couple/marriage‘ di negara-negara maju perlahan berganti menjadi ‘inter-ethnic couple‘, ‘inter-ethnic marriage‘, ‘multi-ethnic marriage‘, ‘multi-ethnic couple‘, dan sebagainya. Namun, karena pemerkosaan istilah ‘ras’ oleh warga kulit terang/putih terhadap warga kulit non-terang/putih sudah berlangsung ratusan tahun, maka wajar kalau proses pemulihan dan pelurusannya tak instan. Kalau anda coba ketik di google, penggunaan kedua istilah masih ramai di gunakan bersama untuk berbagai alasan. Saya melihatnya sebagai bagian dari proses peralihan.
Saat mencari halaman untuk perkawinan antar-etnis, saya sempat kecewa karena Wikipedia ternyata masih menyebut istilah ‘Interracial Marriage‘ ketimbang ‘Inter-ethnic Marriage’. Saat mengetik kata kunci ‘inter-ethnic marriage‘, yang muncul adalah halaman mengenai Exogamy yang artinya perkawinan antar dua orang yang berasal dari grup budaya yang berbeda. Pemahaman awam saya, exogamy dan endogamy punya konteks yang beda dengan ‘ethnic‘. Tapi mungkin itu menunjukkan saya perlu pelajari lebih jauh soal itu. Atau praktis nunjukin Wikipedia apa adanya – sebagai situs yang isinya disusun secara sukarela oleh beragam orang gotong-royong.
Bagaimana di Indonesia? Dalam keseharian masih langka penggunaan istilah ‘pasangan inter-etnis’, yang ramai adalah ‘antar ras’, ‘multi ras’, dan sejenisnya. Saya sadari, sebagian orang mungkin ngga peduli dengan mana istilah tepat atau keliru, ’emang gue pikirin!’ begitulah kira-kira. Buat saya, itu jadi tantangan untuk ikut membiasakan penggunaan istilah yang tepat dalam keseharian. Murni karena kesadaran untuk membiasakan tahu dan paham akan apa yang kita ucap, terutama jika itu menyangkut hal/isu sensitif seperti ‘ras’ ini.
Jangan telan apa yang saya bagi disini, silahkan anda pelajari lagi isu ‘ras’ ini supaya anda tahu apa yang anda lakukan. Kalau secara obyektif anda setuju dengan ide dan bukti soal istilah ‘ras’ ini, silahkan berbagi dan sebarkan pendapat anda..🙂
Rekomendasi bacaan/tontonan isu ras:
Situs yang membantu pemahaman tentang isu ras dan berbagai kesimpangsiurannya. Informasi edukatif-nya dikemas dengan menarik dan menyenangkan. Remaja pun akan senang ‘bermain’ dengan informasi disana, tapi situs dalam bahasa inggeris. Kalau kemampuan inggeris anda terbatas, jangan nyerah, gunakan fasilitas google translator, atau lainnya.
Cuplikan video ‘Race-The Power of Illusion’ di Youtube. Video penuhnya dahulu kami download tapi terhapus saat pindahan rumah. Kalau tertarik anda bisa download langsung lewat Torentz.com.

3 thoughts on “Pasangan Antar-Etnis, atau, Antar-Ras?

    1. Nah itu dia salah satu bagian kikuknya..jd ngerombak banyak singkatan yg udah kadung populer..tapi bukankah itu bagian dari proses peralihan?..tinggal gimana political will institusi dan masy yg peduli aja kali ya sejauh mana mau berjuang ngerubah itu.. hehe.. Salam!

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s