Februari Spesial: H-12

Kutipan Cinta hari ini, jatuh pada:

“Marriage is that relation between a man and woman in which the independence is equal, the dependence is mutual, and the obligation is reciprocal” (Author unknown)

Terjemahan bebas:
“Perkawinan adalah satu hubungan antara seorang lelaki dan perempuan* dimana kemandirian masing-masing setara, ada saling ketergantungan satu sama lain, dan tuntutan yang ada bersifat timbal balik” (pengarang tak diketahui).

Buah renungan:

Lahir dan tumbuh sebagai perempuan asia ditengah lingkungan asia, sejak kecil pikiran saya mulai tumbuh ide dan harapan untuk tak menikahi lelaki yang amat patriarkis. Menanjak remaja hingga dewasa, lebih banyak aspek yang mampu saya lihat seputar relasi suami-istri dalam perkawinan. Berbagai bacaan dan film yang saya konsumsi pun kiranya berpengaruh pada perkembangan ide dan rasa terhadap kultur lain dunia. Kultur relasi suami-istri, kultur hubungan/interaksi antar manusia secara umum, kultur rumah tangga, kultur menjalani-memelihara-menghidupi hubungan, kultur pemecahan masalah, dsb.

Dalam rumah tangga, contoh pertama saya adalah orang-tua sendiri. Almarhum ayah, saya yakini sebagai sosok lelaki yang amat berperan pada gimana proses ‘pencarian’ terbangun dalam alam pikiran dan hati. Beliau adalah kompleksitas sosok lelaki dimata saya. Banyak dari sosoknya yang bikin saya kagum, hormat, dan cinta padanya..disisi lain sebagai manusia ia punya kekurangan-yaitu ketidakmampuannya mengontrol amarah dan sifat kerasnya.

Segala sosok baiknya jadi model dan kriteria yang saya harap ada pada seorang suami; kejujuran, kesetiaan, kebaikan hati, rasa kasih dan kemanusiaan tinggi, komitmen dan tanggung jawab tinggi terhadap keluarga, generousity tak bersyarat, mengedepankan pendidikan, dsb. Sisi lain, tentu ada hal darinya yang saya harap tak ada pada pendamping hidup saya; sikap patriarkis, male-superiority, tertutup atas perasaan dan pikirannya.

Rasa dan keinginan bebas untuk menikahi sosok JP, setelah mengenalnya jarak jauh selama kurang dari setahun, muncul dari keyakinan yang mantap bahwa “dialah sosok yang saya cari dan butuhkan sebagai teman hidup sepanjang hayat. Sejauh yang saya lihat dan rasakan, kami berbagi perasaan yang sama. Kalau ngga demikian, ia tentu ngga akan disini bersama saya sekarang..dan ia bukan tipe lelaki yang bisa berpura-pura dan bermain dengan komitmen. Perkawinan adalah komitmen super serius buat dia, dan saya. Saya bicara gini karena faktanya banyak terjadi disekitar kita, lelaki maupun perempuan menjalani perkawinan tanpa komitmen, atau mungkin tak ngerti apa makna komitmen. Tapi tak perlu saya ber-panjang lebar soal itu, lah ya..

Akhirnya, kutipan diatas makin menguatkan rasa syukur saya. Gimana ngga, ketiga hal yang disebut itu, yang jadi faktor esensial bagi saya selama masa pencarian teman hidup, adalah nilai yang dipeluk dan di hidupkan oleh JP sehari-hari. Terlalu panjang untuk dijabar satu-persatu, yang jelas saat baca itu saya tahu, “Exactly, and I am in there!”.

Lebih jauh, kutipan diatas ngga hanya bikin saya tambah bersyukur melihat itu terjadi dalam hubungan kami, tapi juga jadi penegur indah untuk saya mengevaluasi diri..memastikan kalau ketiga hal itu dirasakan dan nikmati dua pihak. Siapapun yang melontar kutipan itu pertama kali, doa dan energi positif saya kirimkan untuknya, semoga kebahagiaan beserta ia.

SMS Cinta akan dikirim kemudian, karena ini masuk waktu dini hari, waktunya istirahat🙂

Bunyi ledakan petasan dan kembang api diseluruh kota Xi’an pun mulai menyepi sejak sekitar sejam lalu.. tanggal 6 februari yang baru lewat 1.46 jam lalu adalah hari ke-15 perayaan tahun baru cina, atau dikenal ‘Lantern festival’. Hari itu jadi akhir dari perayaan tahun baru, ditandai dengan makan Tang yuan alias makanan berbentuk bola golf yang dibuat dari tepung beras dengan beragam isi, selain bakar petasan kembang api. Situasi gemuruhnya sama dengan malam pertama perayaan – tanggal 23 Januari lalu. Nanti deh saya posting tulisan khusus soal perayaan tahun baru cina. Sampai jumpa ditulisan berikutnya.. ;D

Catatan:
*) Mohon maaf pada anda yang berorientasi seksual sejenis. Ngga ada maksud untuk bersikap tidak sensitif dengan mengutip dan tak mengganti kata ‘lelaki dan perempuan’, tapi sekedar bagian dari kejujuran kalo saya belum yakin bagaimana sikap saya terhadap perkawinan sejenis-walau saya tak menentang juga. Good news buat anda pasangan sejenis, dibeberapa negara sudah berlaku UU perkawinan sejenis, termasuk di Kanada. Hope the info helps..

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s