Him and His Lovely Touching “Thank You”

Menjelang siang tadi, sebelum berangkat kerja seperti biasa JP duduk didepan komputernya. Biasanya antara ngerjain lesson planning, cek email, baca berita, cek+download film atau lagu, dan sedikit social networking sebagai bumbu penyedap. Sementara saya lalu-lalang urusan household chores; cuci pakaian, setrika dan siapin pakaian kerja JP untuk hari itu, serta urus catatan sederhana pengeluaran kemarin – yang biasa saya lakukan kalo sumber dana pengeluaran tercampur-campur antar pos* , kalo ngga gitu bisa berujung pusing.

JP nunjukin konsumsi air putih dan teh yang sampai hari ini konsisten. Good job, dear! Diselingi merokok didapur sesekali – merokok masih jadi satu tantangan cukup besar buat dia untuk berhenti total. Lalu, saat saya kelar urusan catatan, ia tarik perlahan tangan saya, mengajak slow dance. Ngga ngeh kalau ia udah siapin musik sebelumnya. Sure, why not!

Lampu mati, musik hidup, kami pun tenggelam dalam alunan musik dan lagu yang saya perhatikan liriknya amat kuat dan menyentuh. Ngga jadi kendala kalo kami sama-sama belum mandi, saya beroblong dan celana kolor pendek, dia ber-Pije**, rambut saya terkuncir berantakan.. Bagusnya masih tertinggal sisa parfum di kulit karena acara dinner di apartemen kolega JP semalam😉

So, lagunya adalah Thank You, oleh Led Zeppelin. Nama grup band ini ngga asing buat saya. Sejak remaja, persisnya masa SMA, saya sering dengar Zeppelin terutama dari anak-anak band disekolah. Beberapa lagunya cukup sering saya dengar; Rain songs, Stairway to Heaven, dan ternyata juga Thank You, tanpa saya tahu siapa penyanyinya, lol.. Well, I enjoyed music and songs yet I wasn’t a music freak. And still I am not :p

Kembali ke ‘lantai’ dansa..

It was another nice sweet dancing moment of ours! Not only for the fact that we’ve just figured out some greatly moving and reliving turning points in the last couple weeks, but also for the beauty of the lyric! I truly enjoyed the dance and the song. I believe he did as well, otherwise he wouldn’t have asked me to dance in the first place. Felt like the world was only ours at the moment, for the whole 6.39 minutes..

Saya tanya dia apakah lagu itu dipilih sekedar acak, jawabnya ‘tentu ngga!‘. Saya tanya lagi, kenapa ia pilih lagu itu..jawaban singkat dan sederhananya bikin saya tersentuh. Biarlah itu jadi milik saya saja. Akan saya simpan sebagai satu dari kutipan terindah dan terpribadi tentang hubungan kami..hingga akhir..

 

“If the sun refused to shine, I would still be loving you.

when mountains crumble to the sea, there would be still you and me.
… … …

Our love is strong, with you there is no wrong,

together we shall go until we die. My my my.

… … …

And so today, my world it smiles, your hand in mine, we walk the miles,

Thanks to you it will be done, for you to me are the only one.”

Silahkan nikmati video clip-nya disini.. hayati juga suara penyanyi dan liriknya.. you’ll find it as moving!

http://www.youtube.com/watch?v=u1z4vkPWkLQ

 

Catatan:
*) Seperti saya yakin banyak keluarga lain lakukan, kami bagi pengeluaran bulanan per-pos/amplop. Cukup efisien buat ngontrol kedisiplinan dan kesinambungan finansial tiap bulan🙂

**) PJ=Piyama

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s