Diet (Lebih) Sehat!

Empat hari lalu saya terkejut plus super senang! JP mulai langkah serius untuk jadikan air putih dan teh hijau sebagai minum utamanya, menggantikan soda/sprite dan teh susu instan. Juga, buah-buahan sebagai snack utama menggantikan penganan yang biasa kami (terutama dia) konsumsi; chips, popcorn dengan butter sebanyak mungkin, berbagai cookies-biskuit, dan penganan asin maupun manis lainnya. Dengan kebiasaan nonton film dan tv show cukup tinggi, plus nonton amat identik dengan camilan dan soft drinks, maka apa yang kami minum dan makan jadi amat penting buat diperhatikan.

Terkejut, karena it sounds unbelieable! Super senang? Karena saya lihat langkah itu hampir mendekati level ‘komitmen’. Ia mau lihat efek perubahan pola diet ini terhadap perubahan mood dan kebahagiaan harian selama beberapa bulan kedepan. Jika positif, maka saya tak ragu itu akan jadi pola tetap keluarga kami. Hingga hari ini, menunjukkan tanda baik..ia bilang merasa ada dampak psikologis positif, walau dampak fisik masih perlu waktu.

Komitmen itu jadi titik balik berikut setelah resolusi kami tentang anak yang saya bagi dalam tulisan sebelumnya. Kami melihat, merubah pola diet akan besar kontribusinya pada tingkat kebahagiaan kami sehari-hari, sebagai individu maupun pasangan. Cita-cita kami pingin nikmati masa tua bersama sesehat mungkin. Pola diet sehat dalam keluarga sulit berjalan efektif tanpa keinginan semua pihak dalam keluarga. Makanya, komitmen itu langsung saya sambar dan dukung penuh😀

Kelebihan Berat Badan (Overweight) Dan Obesitas (Obesity) di Amerika Utara

Kultur Soft drinks dan snack (camilan) kasih kontribusi besar pada problem serius overweight dan obesity (keduanya berbeda walau sering ditukar pakai) di masyarakat amerika utara-Kanada dan Amerika Serikat (US). Terutama di US sebagai negara dengan tingkat obesitas tertinggi diantara negara maju dunia. Saya temukan tulisan menarik yang ditulis oleh beberapa profesor ekonomi berjudul ‘Why Have Americans Become More Obese?’. Menarik karena jadi dapat gambaran dan analisa sosio-ekonomi mengenai fenomena berat badan di sana. Thus, jadi tambah tahu dan paham.

Di Kanada-negara asal JP, problem tak jauh beda dengan US. Overweight dan obesity mengalami penanjakan selama 25 tahun terakhir di Kanada (data 2005). Bisa dimengerti, karena kedua negara berbagi banyak hal; industri makanan, hiburan, dan pop culture. Bagi yang kebetulan masih ngeh-ngga-ngeh soal kelebihan berat badan dan obesitas, perlu dipahami bahwa keduanya jadi ancaman serius karena rentetan problem dan dampak yang merendahkan kualitas hidup ‘penderitanya’. Mulai dari dampak kesehatan, psikologis, sosial, ekonomi, dan lainnya.

Hasil survey Statistik Kanada 2008 bilang; Prosentase dari total populasi dengan overweight dan obesity di Kanada lebih rendah sekitar 8-10% dibanding US. Coba kita iseng hitung dari segi jumlah: Kanada, populasi hanya 34.108.752 jiwa (tahun 2010), penderita kedua masalah tersebut adalah 24% dari total populasi, yaitu 8.186.100 jiwa. Itu dalam kurun waktu 2007-2009.

Gimana di US? Dengan total populasi 307.006.550 jiwa (tahun 2009), jika ambil 24 saja, maka jumlah penderita overweight dan obesity mencapai 73.681.572 jiwa. Sementara, data terkini penderita di US adalah 35 %, yang berarti 107.452.292 jiwa! Bayangkan, seratus juta lebih penduduk hidup dalam kondisi multi-krisis.. terkait dengan krisis psikologis. Dampak psikologis itu kiranya jadi sebab kenapa sebutan, ‘gemuk’, ‘gendut’, ‘obesitas’, dan ‘bulet’, yang di Indonesia cenderung bukan isu sensitif -bahkan sering jadi bahan ledekan dimana korban hanya pasrah nerima- jadi kata yang amat dihindari dalam keseharian masyarakat amerika utara.

Jadi, dengan rendah hati saya pingin berbagi wawasan bagi anda yang kurang familiar dengan kultur amerika utara, atau orang asing secara umum. Jika ketemu orang asing bertubuh (menurut anda) gemuk, hindari sebutan berbagai label tersebut diatas. Sekalipun dalam pandangan anda gemuk dan tubuh besar berarti ‘sejahtera’ dan ‘terurus’! Penting di ingat, mereka datang dari kultur dan pandangan berbeda tentang kegemukan dan tubuh besar. So, kepekaan dan sikap menghargai akan mencegah terjadinya kesalahpahaman🙂

Kebiasaan dan Pola Diet Kami

Kami berdua sama-sama suka nonton untuk sekedar hiburan maupun penambah pengetahuan. Obyek yang kita tonton beragam; film, dokumenter, tv show, komedi show, berita, dsb. Bedanya, saya bisa nonton tanpa mengunyah atau minum apapun, ia ngga. Problemnya adalah saat yang kita konsumsi berpotensi tinggi bikin ngga sehat; tubuh maupun kantong😉

Selama ini usaha dia ngerubah pola diet untuk lebih sehat sangat membanggakan saya. Ditahun-tahun awal perkawinan saya musti saksikan segala cairan yang ia minum kira-kira 99% adalah: Soft drinks, kopi, susu. Tiada hari tanpa camilan, terutama malam hari saat nonton film dirumah. Tahun ke-3 kopi drastis menurun-terkait program kehamilan juga sih, hehe.. Soft drinks? Dari coke ia pindah ke Sprite yang lebih ringan. Susu? masih tapi sedikit berkurang. Masuk tahun ke-4, kopi mulai jarang di konsumsi, dari dulunya 8 gelas-an per-hari jadi sekitar 8 gelas-an per-bulan. Susu, amat jarang..bisa ngga minum susu selama 1-2 minggu, kecuali dicampur teh atau kopi. Buah, karena minat nya pada buah segar cukup rendah sayapun jarang beli buah segar. Alasannya sih karena di Kanada buah segar termasuk mahal maka ia lebih kebiasa dengan jus kotak.

Asupan susu perlu, tapi kalo berlebihan berpotensi nimbun lemak. Belum ditambah berbagai camilan kemasan dan soda-yang umumnya berarti: added sugar, garam-bikin terus lapar, trans-fat, dan kandungan ngga sehat lainnya. Olahraga? Iya dilakukan, paling sedikit ia jalan kaki pulang pergi kerja-rutin. Jarak bolak-balik sekitar 6 kilometer. Belum ditambah jalan ekstra disana sini, entah makan malam keluar, supermarket, dan sebagainya. Tapi tetap, kalo asupan buruk tetap jalan, bahkan lebih besar dari olahraganya, ya ngga ngaruh banyak kan?

Komitmennya ia buktikan, paling tidak ini jadi masa percobaan. Ia bilang sih dalam semangat ultah perkawinan ke-5. Nice!🙂 Kutipan favoritnya tentang berat badan adalah, ‘kamu yang mampu mencintai diri sendiri dengan baik akan mampu mencintai orang lain dengan lebih baik’. Baginya, tubuh fit dan proporsional bikin ia lebih bahagia dan positif.

Diluar itu semua, prestasi bagus kami selama 4 tahun belakangan ini adalah..menghindari junk food sejauh mungkin! KFC, McDonald, dan sejenisnya terutama untuk produk deep fried seperti ayam goreng, kentang goreng, dll. Awalnya agak sulit, karena berbagai godaan; kepraktisan, waktu, rasa yang nagih, dan ketersediaan yang tinggi. Satu-dua kali sih tak terhindarkan makan junk food. Terutama saat dalam perjalanan dengan minim pilihan makanan. Tapi selama 3 x 360 hari, frekuensi konsumsi junk food kami bisa dihitung jari tangan kaki. Saya sadari, orang diluar sana mungkin ada yang total ngga pernah sentuh junk food, atau memilih jadi Vegetarian mulai dari Flexitariansmasih mentolerir ikan, Vegans-nolak habis segala jenis daging dan produk olahan daging, sampe Fruitarians-yang hanya makan buah saja, maybe it’s good for them! Tapi kami yang memilih jalan pertengahan cukup puas dan bangga dengan usaha selama ini😀

Bahagia rasanya ngelihat kami berdua berbagi semangat dan pandangan serupa terhadap usia perkawinan ke-5 mendatang. Terinspirasi untuk berbuat dan menjadi lebih baik. Semoga, segala titik balik, titik tolak, dan berbagai titik lain yang positif terus tumbuh..langgeng..dan menguatkan hubungan kami hingga hitungan sepuluh..belasan..puluhan..hingga akhir hidup kami..

Gimana dengan anda dan keluarga? Berbagai pengalaman sukses, menantang, atau baru niat sekalipun terkait pola diet sehat anda dan keluarga, bakal mengundang antusiasme baca saya! So, jangan ragu berbagi disini🙂

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s