Pelayanan Imigrasi Cina: Jempol!

(Tulisan ini pindahan dari blog Multiply yang non-aktif. Ditulis 15 Februari 2009, dan dipindah untuk melengkapi cerita perjalanan kami di Cina)

Dengan populasi terbesar didunia, lebih dari 1,3 milyar (sensus 2007) serta kesungguhan pemimpinnya dalam membangun negeri, Cina melesat dengan perkembangan dan kemajuan luar biasa khususnya dalam bidang Ekonomi, Teknologi, dan Pendidikan. Dikenal sebagai negara Komunis membuat Cina kadang di cibir atau bahkan dianggap membahayakan. Lepas dari analisa mendalam tentang Cina, saya punya pengalaman positif tersendiri tentang negeri yang berdiri pada 1 Oktober 1949 ini.

Selama kurang lebih 4 bulan saya tinggal di provinsi Heilongjiang–wilayah paling utara Cina–entah kebetulan atau memang ini representasi Cina keseluruhan, saya harus beri acungan jempol atas beberapa sistem pelayanan publik di sana!

PELAYANAN KANTOR IMIGRASI – DAQING. Saya datang ke Cina tanpa kemampuan bahasa Cina sama sekali, sementara suami yang sudah lebih dahulu tinggal dan bekerja disana mampu berkomunikasi sedikit lebih baik dari saya. Dengan kemampuan bahasa nol, serta pengalaman di negeri sendiri yang penuh praktek penipuan, pemerasan, dan pungli sana-sini, saya dihantui rasa was-was dan stress kalau visa turis yg saya punya tak akan dapat dirubah jadi visa penduduk sementara, atau minimal harus keluar uang jumlah besar, atau yang terburuk yaitu disuruh pulang ke Indonesia setelah visa turis berakhir (30 hari)*. Namun, dengan bekal optimis bahwa niat baik yg dijalani dengan jalan yg baik/jujur akan berbuah positif kami mulai menjalani proses permohonan perpanjangan/ perubahan visa.

Awalnya kami di bantu oleh pihak sekolah dimana suami saya bekerja. Seorang Asisten disediakan untuk menangani keperluan para tenaga kerja asing di sekolah tersebut. Kali pertama datang ke kantor Imigrasi kami didampingi Steven, sang Asisten. Proses yang dijalani berjalan normal:

(1) Mendatangi salah satu loket yg berjajar lebih dari 5 loket.

(2) Menjelaskan persoalan yang kami hadapi (dgn bantuan Steven) seraya menunjukkan berbagai dokumen pendukung resmi yg kami punya; Paspor, Surat Nikah, Surat Keterangan Bekerja suami.

(3) Menghadap ke atasan petugas loket utk penjelasan lebih jauh soal kasus kami.

(4) Kembali ke loket setelah wawancara dan pemeriksaan dokumen asli, sesi kedua diloket ini hanya diberitahu bahwa kami dapat kembali untuk mengambil Paspor dengan perubahan visa dalam waktu kira-kira 2 minggu, dengan syarat kami harus melengkapi translasi Surat Nikah kedalam bahasa Cina dalam waktu +/- 1 bulan. Selain itu petugas loket memberitahu biaya resmi yg harus dibayar yaitu 125 RMB (setara dgn IDR 130.000).

(5) 2 Minggu kemudian kami datang berdua ke kantor imigrasi hanya berbekal tanda pengenal, tidak banyak bicara lalu Paspor asli saya plus Visa Ijin Tinggal Sementara di bawah payung Visa suami-pun sudah ditangan! Tentu setelah membayar persis sejumlah uang diatas.

Hal menarik bagi saya adalah: PertamaSecara keseluruhan proses perubahan ijin disana tergolong cukup efisien waktu & biaya, serta kooperatif. Saya kira hal demikian terjadi selama kita memiliki semua dokumen pendukung resmi yang diperlukan, selain itu kepercayaan diri karena segala sesuatu ditempuh secara legal dan terbuka juga menambah penilaian positif dari pihak imigrasi.

KeduaMentalitas & Sikap birokrat yg amat positif. Ketimbang keanehan sikap yang kira2 mengarah pada pemerasan, sikap mereka tampil amat rasional dan kooperatif dengan meloloskan perubahan visa langsung, dan membolehkan penyerahan translasi buku nikah sebulan kemudian mengingat kami harus menggunakan jasa translasi dari Indonesia, yang berarti proses kirim dokumen dari dan kembali ke Cina + translasi akan cukup makan waktu.

Ketiga, Kepastian & Ketepatan waktu, serta kejelasan tarif amat mengesankan.

Sungguh mereka telah menunjukkan komitmen, sikap, dan praktek anti korupsi yang mengagumkan! Paling tidak dari sekelumit yang saya alami langsung saat menetap sementara di sana. Melihat balik kenegeri saya, sungguh menyedihkan karena wajah sebaliknya yg saya lihat, lebih menyedihkan lagi masyarakat negeri ini dikenal sebagai masyarakat yang beragama, bahkan sebagian besar taat!😦


Catatan:

(*) Bandingkan, visa turis di Cina berlaku utk 30 hari, Jepang 90 hari, dan Canada 6 Bulan (kurang 2 hari).


Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s