Ragi Tempeh: Perburuan Masih Berlanjut!

Kemarin saya baru buka facebook lagi walau ngga bisa lama, setelah beberapa minggu ‘bolos rutin’ :p Di inbox ada beberapa pesan, salah satunya adalah dari sahabat SMA saya, DA. Ia kasih saya kontak untuk pesan ragi tempeh, atau bahasa kerennya tempeh starter. Ngga ada penjelasan apa alamat email itu milik penjual ragi langsung, temannya penjual ragi, atau apa, yang jelas karena hanya itu info yang saya dapat maka tak menunda lagi saya layangkan sebuah email ke alamat tersebut. Kita lihat nanti gimana respon-nya.. satu langkah maju.🙂

Perburuan ragi tempeh saya cukup panjang, sejak November 2011 lalu hingga beberapa minggu setelah percobaan tempeh pertama yang dilakukan akhir Desember 2011. Itu saya lakukan 70% lewat internet, selebihnya lewat senggol sana-sini tanya ke keluarga, teman, dan kenalan. Hasilnya, terutama buat anda yang kebetulan sedang berburu ragi tempeh juga:

(1) Ragi tempeh yang diakui dunia berasal dari Indonesia lebih mudah didapat secara online dari penjual di luar tanah air. Beberapa situs Indonesia saya temukan-lebih ke blog ketimbang situs, tapi persoalan informasi dan komunikasinya payah-gambaran dan kondisi umum buruknya kualitas komunikasi bisnis & perusahaan ala Indonesia.

(2) Situs belanja online diluar tanah air yang justru jauh lebih profesional, sebut Malaysia-Singapura-Jepang. Cuma kendalanya, antara harga yang buat saya super tinggi, atau tokonya hanya melayani order domestik.

(3) Toko online lain diluar ketiga negara tersebut juga banyak dan amat responsif, salah satunya adalah tempeh.info (belgia) yang sudah profesionally generous kasih saya free sample ragi tempeh. Tapi karena jauh dari Cina-umumnya di eropa atau amerika utara, jelas harga dan ongkirnya bikin neguk liur. Masih terkait, cerita persiapan bikin tempe-nya bisa dibaca di tulisan sebelumnya di Kompasiana.

(4) Info yang berhasil kerangkum dari sana-sini, tanya lewat facebook terutama, di Jakarta dan sekitarnya yang jelas ada adalah; Pasar Kebayoran Lama, Pasar Mayestik, Pasar jatinegara. Itu pun kabarnya stok ngga selalu tersedia.

Dari situ, saya coba titip beli dari keluarga atau teman di Indonesia. Dari teman saya ngga bisa berharap lebih selain info, apalagi sifatnya hanya minta tolong :p Harapan tinggal di keluarga. Ironis, negeri asal tempe tapi sulit betul dapetin raginya. Trik produsen tempeh demi kelanggengan bisnis kah? Masyarakat kita yang terlalu sibuk kah? atau murni kemalasan masyarakat saja karena mikir taktis; ‘di pasar tempe berlimpah dan murah, kerajinan bener pake bikin-bikin!’..? Saya cenderung lihat kemungkinan ketiga, hehe..

Sambil tunggu kabar dari adik di Pamulang, saya barengi urus tetek-bengek urusan perbankan. Kalau ia ngga dapat dari pasar saya bisa ambil langkah terakhir; beli online dari luar Indonesia. Jangan dikira urusan bank buat orang asing disini segampang belanjanya, kendala bahasa aja udah satu poin yang bikin ribet. Sekedar gambaran atas apa yang saya alami, bisa baca tulisan saya sebelumnya, Pusingnya Ber-Online Banking Di Cina.

Hidup di negeri 4 musim, bikin saya merasa Iklim Indonesia amat berharga! Sulitnya dapet ragi dari sini, bikin saya ngeliat, ‘betapa beruntungnya yang ada di tanah air!’. Asal punya ragi aja, ngga perlu pusing urusan oven, inkubator, atau was-was tempeh gagal, tinggal ‘lempar’ dipekarangan, jadi sudah! :p Sementara disini? udah raginya sulit, iklim pun bikin rumit. Positifnya, saya merasa jadi lebih tertempa dan menghargai potensi alam Indonesia ;D

Perkembangan soal dapetin ragi ini masih berlanjut..setelah sempat mandek beberapa minggu karena urusan perbankan, kemarin JP ikut bantu lanjutin aktivasi online shopping untuk situs lokal, tujuannya sih belanja produk Indonesia lewat situs lokal-kalau ada-jelas akan jauh lebih murah dan cepat karena pastinya stok ada di dalam negeri (Cina). Dibantu staf lokal di sekolah, Ncy, ia sukses order kecap manis ABC dan Bango. Pffh..akhirnya! Lalu semalam, kami coba sendiri dirumah tanpa bantuan Ncy, hasilnya sukses order bumbu rendang indofood. Yay!

Selanjutnya adalah cari ragi tempeh di situs-situs lokal sini.. kalau ngga ketemu senjata terakhir adalah beli dari luar Cina dengan jasa Paypal. Let’s see how it goes..🙂

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s