Segelintir Kesan Awal Hidup Di Cina

(Tulisan ini pindahan dari blog Multiply yang non-aktif. Ditulis pada 15 Februari 2009, dan dipindah untuk melengkapi cerita perjalanan kami di Cina)

Februari 2007 saya bergabung bersama JP di Cina. Kami tinggal di apartemen yang disediakan oleh pihak sekolah tempat JP bekerja. Satu unit apartemen untuk tiap guru asing yang mereka pekerjakan. Saat itu JP dapat unit full furnished (paket standar mereka untuk semua guru asingnya) dengan 2 kamar tidur, WC/Toilet, dapur dan ruang makan mungil, ruang tamu, plus 2 teras mungil. Ukuran total saya kira minimal 75m2. Kami tidak bayar sewa apartemen, tapi bayar segala tagihan bulanan; air, gas, listrik, TV Kabel-jika mau beli, dan telepon.

Selama tahun awal hidup di Cina, ada banyak sekali kesan yang saya dapat. Positif maupun negatif, sewajarnya. Pengalaman tetaplah pengalaman, dibagian dunia manapun bukan soal. Karena saya suka berbagi dan menulis, berbagai pengalaman itu akan tertuang disini. Kenikmatan menuangkan pikiran dan tulisan tercapai, peluang memberi manfaat (informasi) bagi orang lain pun tertebar.

Berbagai kesan dan pengalaman selama di Cina akan saya tebar disana-sini, diantaranya adalah tulisan sebelumnya Pelayanan Imigrasi Cina: Jempol!  Sekarang saya ajak anda ngintip sebagian lainnya..😉

Makanan

Makanan di Kota Daqing, bahkan saya dengar diumumnya negeri Cina, tergolong sangat affordable. Bahan pokok masyarakat sana amat murah. Makanan siap saji di restoran pun umumnya murah, dan..uenak! Kecuali di restoran kelas atas, tentu ;)  Bayangkan, dengan dana 50 RMB atau sekitar Rp. 60.000, kita sudah dapat seabrek sayuran sehat dan segar (termasuk yg di Indonesia mahal seperti cabe paprika, brokoli, ketimun hijau tua, dsb), daging sapi atau ayam giling, sepaket susu cair isi 6 plastik, dan beberapa item lainnnya. Itu untuk kelas supermarket setara Hero disini (sebut saja Qing Ke Long**). Jelasnya, dengan uang rupiah yang nilainya setara, di Cina kita bisa dapat double dari apa yg kita dapat belanjakan di Indonesia. Untuk pakaian (Sepatu & Baju) saya perhatikan harga standar rata-ratanya setara dengan di Indonesia.

Apartemen, Air, Listrik, Telepon

Saya kira karena sebagai negara dengan orientasi sosialis maka pemerintah Cina memastikan bahwa kebutuhan pokok (sandang, papan, pangan, air, listrik, telfon) amat terjangkau buat rakyatnya. Saya merasakan bedanya jelas sekali dengan apa yg terjadi di Indonesia. Sebagai gambaran, di kota Daqing hampir seluruh perumahan rakyat berbentuk apartemen yang dominannya tidak lebih dari 5 lantai. Disini setara dengan apa yang disebut Rumah Susun (yang secara harfiah tak ada bedanya dengan apartemen :p ..).

Permukaan apartemen-terutama yang ada diarea lama pemukiman-jauh dari kesan mewah, bahkan kesan pertama saya adalah, tak berpenghuni. Tapi selain ternyata penuh berpenghuni, interior dalamnya pun rata2 nyaman dan well-furnished! Saya ingat bayar telfon (sambungan lokal) perbulan sekitar 20-30 RMB, Listrik perbulan sekitar 50-100 RMB, Gas perbulan sekitar 20-30RMB, dan Air perbulan sekitar 40-50 RMB. Pemakaian telfon memang cenderung pasif, tapi listrik, gas dan air, amat aktif karena kami masak hampir tiap hari, mandi normal sehari 2 kali dengan air panas pula, cuci pakaian 2-3 hari sekali, Berita TV-Komputer-Film jelas tiap hari.

WC Umum dan Meludah

Hal yang jelas saya lihat tidak jauh beda dengan Indonesia adalah, WC dan kebiasaan meludah!

WC umum cenderung jorok dan menjijikkan. WC umum non-mall/supermarket di Indonesia secara umum ngga terlalu jauh beda, mungkin sedikit lebih baik. Karena paling sedikit hampir selalu ada air kalau ngga ada tissue. Di Cina, tissue umumnya harus dari tas sendiri. Beberapa kali ke toilet di stasiun kereta Daqing dan Harbin, saya melihat hampir seluruh dari sekitar 10 bilik toilet yg ada hampir semua kedapatan pupu berenang atau menimbun baik di lubang WC atau tak jarang juga  hingga ke area lantai dekat lubang WC. Ough!😦

WC umum Mall dan shopping center kelas menengah keatas hingga high-end, Indonesia punya sangat jauh lebih baik! Bersih, wangi, amat terawat, hampir selalu ada tisu, air, atau keduanya, bahkan cukup banyak yang mewah, contohnya yang ada di Plaza Indonesia. Hmm..di toilet betah, keluar dari toilet segeer! Jarang kan tuh begitu.. Sampe ada yang up-date status jejaring sosial dengan lokasi di Toilet! Giling..

Meludah disembarang tempat kelihatannya menjadi kebiasaan tak terpisahkan dari umumnya masyarakat di baik Indonesia maupun Cina! Hal ini terlihat di manapun anda berjalan dilokasi umum, disanalah dengan mudah ditemukan ludah atau bekas air ludah, yang bersih maupun yang agak kental kehijau2an.. yikes!!  Kalo Cina sama Indonesia setegas dan sedisiplin Singapura mungkin bisa kaya kas negara karena denda meludah ditempat umum😀

Tapi sedikit tambahan soal Toilet Umum di Bandara, sempat sedih begitu tahu bahwa Bandara Internasional Indonesia “Soekarno-Hatta”, bahkan ada di ibukota negara, Toilet umumnya ngga ada 50% dari kualitas dan kelengkapan Toilet umum di Bandara Xiamen-China, apalagi dibanding Bandara di Beijing?.. Payah deh pengelola Bandara Soeta!

Catatan:

(**) Qing Ke Long seperti Hero di Indonesia. Kerennya, walau gerai supermarket ini beroperasi level regional cina-bukan nasional, yaitu di wilayah utara cina dan Inner Mongolia, tapi sudah masuk ke bursa saham NASDAQ. Luar biasa perputaran uangnya!

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s