Valentine Day Kami?

Pagi tadi kami bikin keputusan spontan untuk kencan. Hari ini 14 Februari, pop culture meramaikan dunia dengan perayaan Valentine Day, dengan penghambaan pada coklat, warna pink dan merah, bentuk hati, bunga, dan wine. Sejarah dan industri berpadu mengatur gerak dan kegiatan masyarakat hari ini. Penjual bunga dadakan tersebar dimana-mana. Pusat belanja diramaikan dengan dekorasi dan promosi coklat, boneka-boneka lucu, dan warna-warni ‘cinta’, kencan rutin dibuat spesial, dan sebagainya.

Kami? Kami bukan golongan relijius, juga ngga selalu larut dalam arus pop-culture. Alasan yang kami buat untuk kencan manis hari ini adalah – kebetulan ini hari libur kerja JP, semangat ultah perkawinan, sekedar hari berikutnya mengisi keberduaan, dan sedikit memanjakan diri dengan makanan enak ‘murah’ di restoran Howard Johnson-Xian (Hojo). Ini kali pertama kami akhirnya putusin untuk coba makan disana, setelah dengar kabar dari kolega JP kalau Hojo buka Lunch Buffet (makan siang perasmanan).

Diskusi singkat kami sebelum sungguhan bangkit dari tempat tidur berakhir dengan kesepakatan:

(1) JP giliran beli sarapan yang jadi salah satu dari favorit kami – Ba Bao Zhou yaitu bubur terdiri dari 8 jenis grain dan kacang-kacangan, plus Bao Zi goreng, yang di Indonesia dikenal Bakpao. Lalu kasih waktu 1 jam buat sarapan tergiling.

   
Sarapan: Bubur 7 rupa kacangan dan beras, plus Bakpao goreng

(2) Harus sudah ninggalin apartemen paling telat jam 11, karena kami pingin jalan kaki dulu sebelum makan besar untuk alasan kesehatan. Kalaupun ngga bisa sampai Hojo karena terbatas durasi Buffet yaitu jam 12-2.30 pm (sekitar 10 km), paling tidak sampai sekolah (3 km) kemudian ambil taksi ke Hojo.

Howard Johnson - Lunch Buffet

(3) Setelah big lunch, kami jalan kaki menuju Drum Tower (sekitar 1.5 km) buat bantu pencernaan. Tujuannya, cari bis 611 atau lainnya menuju ke salah satu titik turis bersejarah kota Xi’an yaitu ‘Titik Awal Jalur Sutera’. Jalur Sutera amat besar perannya terhadap pertukaran dan aktifitas perdagangan, kedokteran, dan teknologi (termasuk penemuan bubuk mesiu sebagai awal terciptanya kembang api, petasan, bahkan senjata dari Cina ke wilayah lain). Karena itulah mengunjungi titik awal jalur itu, yang tepat ada dikota ini, jadi hal amat menarik – paling tidak buat saya ketimbang JP, hehe..

Di Pintu Gerbang Titik Awal Jalur Sutera - Xian,China.

 

Pose bareng patung monumen jalur sutra - pemusik itu bersuling untuk saya? lol..

(4) Setelah itu, kembali ke apartemen dengan bis. Istirahat..

Prakteknya, bahkan lebih baik dari itu😀 senangnya! Kami mampu mengatur diri berangkat lebih awal, yang mana jarang terjadi! lol.. Mungkin pengaruh diet sehat yang kami sedang mulai hidupkan semingguan terakhir, yang harus ‘runtuh’ hari ini dengan rencana makan besar – bagusnya adalah itu bukan makanan instan dan berbahan pengawet dan bahaya lainnya, at least kami percaya restoran hotel sekelas Hojo ngga akan semurah itu.

"Nasi Goreng" ala Hojo-Xian. Rasa-nya enakan nasgor gerobak di Jakarta🙂

Tiba disana, betul apa yang dibilang salah satu kolega JP, “It’s a meat heaven!”. Beragam olahan daging bikin air liur cair. Salad sayur dan buah dengan berbagai saus dan daging iris hingga seafood-nya. Berbagai sprinkle dan selai. Roti, keju, dan aneka makanan penutup. Bahkan Nasi Goreng! Yep, dengan tulisan Indonesia agak sedikit termandarinkan ‘Na si Goreng”🙂 which is cute! Hot Pot dengan ragam pilihan sayur dan daging sesuai selera. Salmon – my biggest favorit! BBQ ayam dan seafood. Jus buah segar dan betul-betul dari buah bukan sirup seperti di restoran kebanyakan. Bahkan bir gentong sepuasnya, entah apa merk-nya. Dan beragam jenis bubur serta makanan cina populer. Kombinasi masakan barat dan lokal pilihan. Setelah siang itu kami tahu bakal datang lagi sesekali, untuk momen-momen spesial. Untunglah lokasinya cukup jauh dari tempat tinggal kami, cukup ngebantu untuk ngga gampang tergoda kesana – ancaman bagi upaya diet sehat kami!

Appetizer - Salad 3 dressing plus oyster, segar!

Saat bergerak menuju kasir restoran setelah makan, ternyata ada kawan main musik JP sedang makan juga bersama pacarnya. Mereka baru saja masuk dan memulai makan, hanya 15 menit sebelum paket perasmanan ditutup! Hohoo..you better pile the food up now, guys! 😀

Bis menuju Titik Awal Jalur Sutera, ketimbang bis 611 yang jarang, kami ambil bis 222 yang justru berhenti hampir persis di area tujuan. Itu hasil panduan peta kota ditangan yang cukup lengkap berisi info rute bis, plus bantuan info ekstra dari pasangan muda lokal yang sedang mesra-mesraan di kursi taman dekat kami. That wasn’t stopping me from asking them, lol.. Yeah, I’m a bad girl!

Suhu udara cukup bagus sepanjang hari, waktu berangkat saya lihat di komputer nunjukkin -1C..not bad at all! Angin yang semilir lembut dan matahari cukup cerah bantu menghangatkan perjalanan kaki kami disana sini. Orang berlalu lalang dengan wajah ceria dan senyum hangat..saling bercerita atau berbisik.. cukup banyak perempuan atau lelaki menggengam setangkai atau sebuket bunga🙂 .. percakapan kami yang sepanjang hari positif dan menyenangkan.. semua itu bikin hari ini penuh berisi tawa, canda dan humor ala Pitkanens, serta saling goda. Was a truly fully happy and delightful city-trip!

Melihat penjual bunga sepeda dan gerobak yang tak henti diseluruh kota, usil saya tanya “kamu bener-bener ngga mau kasih bunga ke saya?”, ia melampar jawaban humor khasnya sambil tertawa, “Ngga, mereka (bunga mawar) masih kelihat sama kok seperti biasanya!”.. Barangkali itu yang nambah senang ada dekat dia, selera humornya yang menyegarkan dan selalu bikin kangen😀

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s