Jemuran Di Lantai

Jemur cucian. Ngga pernah terpikir sebelumnya urusan jemur cucian bisa masuk ke item blogging saya. Menyadari bahwa saya tak selamanya tinggal di negeri ‘tembok besar’ ini bikin saya tergerak untuk kasih perhatian lebih ke hal-hal berbeda dari tanah air. Sekecil apapun. Karena perbedaan berarti keunikan. Keunikan berarti sesuatu yang layak tulis.

Saya membayangkan, saat kembali ke tanah air nanti, akan sulit kembali ke sini hanya untuk ambil foto atau video yang mustinya saya ambil dalam keseharian, tanpa barus beli tiket pesawat, bayar hotel untuk menginap, dan mikir uang saku selama berlibur. Saat ini hingga paling tidak 2 atau 3 tahun kedepan lagi, kami punya kebebasan untuk mengeksplor keseharian hidup di Cina. Jadi, disinilah saya hari ini dengan isu ‘remeh temeh’: Jemuran Cucian.

Cina, rumah kami saat ini, punya 4 musim. Walau begitu, karena daratan cina luas sekali maka bagian terutara dan terselatan cina berbagi kondisi musim dingin yang cukup jauh beda. Sebelum ini kami tinggal di kota Daqing. Kota Daqing itu masuk wilayah Provinsi Heilongjiang, yang termasuk wilayah terutara Cina. Dekat dengan perbatasan Cina-Rusia. Disana, titik terdingin winter-nya mencapai -42 Celcius. Sama seperti kota kelahiran suami saya – Timmins, Canada. Mungkin karena kedua kota itu terletak pada garis lattitude yang sama.

Kini, rumah kami adalah kota Xi’an, provinsi Shaanxi. Lokasinya mendekati titik tengah daratan Cina, tepatnya sih wilayah barat laut cina (north-west). Karena menjauhi kutub utara, winter disini ngga setajam Daqing. Titik terdingin hanya berkisar di -10 Celcius. Turunnya salju pun bisa dihitung jari. Tahun ini misalnya, sampai hari ini – sudah memasuki Spring, sejauh saya perhatikan salju turun hanya 4 kali.

Tak seperti gedung apartemen kami di Daqing – yang pemanas ruangnya terpasang di bagian dinding, di unit apartemen kami sekarang pemanas ruangnya tertanam dibawah lantai. Jadi karena lantai hangat bertelanjang kaki dalam rumah selama winter pun tetap nyaman. Cuma, entah untuk alasan apa lantai dapur kami tak berpenghangat, mungkin justru lebih baik karena udara dingin bikin dapur jauh dari bakteri yang cepat menyerang bahan makanan😀

Soal cuci pakaian, unit apartemen kami cukup menantang. Pertama, lokasi unit kami tak berteras. Semua jendela pun menghadap tembok gedung tinggi lain. Praktis unit kami rendah paparan sinar matahari-nya dimusim apapun, terlebih winter. Belum lagi kota Xi’an ini lebih sering berkabutnya ketimbang ‘clear-blue-sky day’.

Untunglah mesin cuci kami sudah berpengering standar. Jadi keluar mesin tinggal di angin-angin. Cuma, kota ini ngga seberangin Daqing, jadi untuk winter suhu dingin lah yang cukup membantu pengeringan. Cara lainnya adalah, ‘menjemur’ di lantai. Tapi ini saya lakukan hanya untuk kaos kaki, keset kaki, topi winter, dan sarung tangan winter. Itupun hanya saat lantai telah bersih. Untuk baju, celana, handuk, sprei, tetap saya gunakan jemuran lipat yang diposisikan dekat jendela.

jemuran, atap gedung
Pernah karena mendung terus pakaian ngga kering-kering, akhirnya saya bawa ke lantai 18, atap gedung!😀

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s