50 Posting Malam Ini, Yay! Kutipan Penyemangatnya adalah..

Barusan saja saya posting artikel terkini berjudul Pernik Xi’an: Aneka Merk Dagang Nan Menghibur! Beberapa detik setelah saya klik ‘publish‘, munculah kutipan penyemangat rutin dari WP di pojok kiri atas halaman dashboard blog saya. Kutipan-kutipan motivasi terkait dunia menulis selalu muncul tiap kali kita mengundah (posting) sebuah artikel. Bersama itu juga muncul angka statistik jumlah tulisan yang sudah terpublikasi.

Saya dapati kutipan motivasional kali ini amaaat tepat!! Sesuai dengan yang saya alami dan rasakan. Lebih senang lagi, tulisan terakhir tersebut adalah tulisan ke-50 saya disini. Rasa senang itu muncul karena sejauh ini saya berhasil menjaga kontinuitas dan gairah menulis yang sedang saya coba bangun kembali. So, lebih ke pembuktian ke diri sendiri.

Ini dia kutipannya:

Tulisan ke 50 Dalam Waktu Sekitar 1 Bulan.

 

Betul banget apa yang dibilang Desiderius Erasmus. Setiap kali selesai satu tulisan dan terpublikasi, gairah menulis saya terasa makin meningkat! Buat saya, tiap tulisan hanya berarti satu langkah menuju perbaikan skill dan pengembangan ide. Serta, satu langkah mendekat ke dunia menulis profesional. Yep, media blogging ini saya jadikan sarana utama untuk:

(1) Album kenangan pengembaraan keluarga kecil kami, (2) Praktek eksplorasi dan penuangan ide, (3) Pencarian dan pembentukan gaya, teknik, dan keterampilan menulis, (4) Ajang melatih kontinuitas menulis–sebagai hal terberat bagi saya yang selama ini cenderung pembosan dan sulit fokus ke hanya satu hal.

Hidup di dunia industri yang cenderung menggiring masyarakat ke fenomena ‘sambutan’ dan ‘tanggapan’ dari lingkungan, tak selalu mudah berkarya tanpa apresiasi. Namun, bukan tak bisa. Yang dibutuhkan untuk mampu terus berkarya dan berkreasi tanpa sibuk berpikir soal tanggapan, respon, dan sambutan, adalah pelurusan niat. Senangnya, keempat poin tersebut jadi niat yang sudah mampu bikin saya fokus dan kontinu hingga hari ini, tanpa menghiraukan hingar bingar respon dari sekitar. Hal yang sebelumnya sulit saya lakukan dalam aktifitas blogging dan menulis.. :p

Tapi ngomong-ngomong, saat yang sama saya amini kutipan Erasmus saya juga coba jawab rasa penasaran tentang siapa orang ini. Apakah itu ada kaitan dengan penamaan lembaga kebudayaan Belanda yang di Indonesia kerap saya dengar sebagai Erasmus Huis?

Hasil jalan singkat di Wikipedia saya temukakan kalau Desiderius Erasmus Roterodamus ini adalah tokoh besar kebangsaan Belanda. Kebesarannya bukan hanya untuk jamannya tapi juga sepanjang jaman. Namanya terukir dalam sejarah sebagai tokoh humanis jaman renaisans, teolog, pastur katolik, guru, dan kritik sosial. Tak disebut memang secara langsung apakah ia adalah orang yang diambil namanya untuk lembaga pendidikan dan kebudayaan Belanda, tapi dari keseluruhan catatan sejarah tentang ia dan sumber-sumber kutipan sejarahnya sudah jelas bahwa ia-lah orang terkait lembaga Erasmus Huis.

Anyways, bukti dari benarnya kutipan Erasmus itu adalah, inilah tulisan saya ke-51 langsung setelah baca kutipan itu! Haha.. Mungkin sedikit ngga penting, tapi buat saya penting dalam konteks kontinuitas😉

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s