Pernik Xi’an: Loker Di Supermarket? Self-Service!

Di kota ini ada beberapa pasar modern yang kami kunjungi rutin untuk keperluan bulanan. Yang terdekat dan paling sering kami kunjungi adalah Vanguard terletak di Gaoxin Lu atau tepatnya area halte bis Gaoxin Yi Zhong, dan Lotus berlokasi di Tang Yan Lu. Gedung apartemen kami adalah di area antara sisi Tang Yan Lu dan sisi Gaoxin Lu. Lu disini berarti ‘jalan raya’.

Baik dahulu di kota Daqing maupun kini di kota Xi’an saya dapati loker penitipan barang di umumnya supermarket besar lebih bersifat ‘self-service’ alias ‘melayani sendiri’. Modern, praktis, dan efisien. Di Indonesia sejauh saya tahu, umumnya supermarket kecil maupun besar yang menyediakan jasa penitipan barang belum se-modern ini. Mungkin juga saya keliru, atau jikapun tidak barangkali sekarang ini sudah mulai bermunculan sistem loker seperti disini..🙂

Bagaimana Loker di Cina

Oke, gimana modern-nya? Secara umum supermarket besar menyediakan satu area khusus, baik diluar atau didalam gedung, dimana mereka meletakkan sederatan panjang loker berukuran masing-masing sekitar 30×30 cm. Tiap supermarket bisa beda sistem pengunciannya. Di salah satu Walmart dan Vanguard dekat apartemen kami misalnya, loker tersebut berkunci otomatis. Jika mau pakai loker kita harus masukkan 1 yuan (koin) ke pintu loker, saat koin masuk maka kunci yang tergantung disana bisa dicabut sekaligus otomatis membuka pintu loker. Kita masukkan barang, tutup pintu loker, bawa kuncinya, dan bebas melenggang ke dalam supermarket. Saat kembali, masukkan kunci ke lubang kunci di pintu loker, pintu terbuka otomatis, koin 1 yuan kita pun meluncur keluar. Pengalaman pertama saya dengan tipe ini sempat kaget saat koin itu keluar dan bikin berisik ruang loker! lol.. Ohya, kalau ngga punya koin 1 yuan? Jangan bingung, ada petugas di area loker yang siap dengan sekotak koin 1 yuan, kita bisa tukar uang kita disana.

 

loker, RT Mart
Salah satu pintu masuk ke area loker RT Mart. Perhatikan nomor seksi loker-nya!

 

Sejauh ini termodern yang saya temui dikota ini adalah di supermarket Metro, Lotus, dan RT Mart. Mereka ngga pakai koin, tapi laser dan bar code. Menurut saya sih keren banget! Bentuk keseluruhan dan ukuran unit loker-nya kurang lebih sama, berderet masif. Hanya, deretan unit loker dibagi dalam beberapa seksi, tiap seksi terdiri dari beberapa belas atau puluh unit loker. Di tiap seksi itu terpasang sepaket mesin terdiri dari; (1) Pencetak tiket berisi bar code beserta nomor unit loker, nomor seksi loker, dan info waktu (tahun-bulan-tanggal-jam) cetak tiket, dan (2) Pembaca bar code tiket.

 

RT Mart, loker amchine, mesin loker, loker elektrik
Loker elektrik di RT Mart: Ini dia paket 'mesin laser' nya!

 

loker, RT Mart
Paket mesin yang ada di tiap seksi loker: Tekan tombol, ambil tiket, gesek tiket di mesin pembaca bar code, pintu loker terbuka otomatis!

 

Cara operasinya, tekan tombol  untuk cetak tiket di paket mesin tersebut, lalu keluarlah tiketnya. Ambil tiket itu lalu hadapkan permukaan tiket bertuliskan bar code ke mesin laser dibawah area tombol, mesin membaca kode itu beberapa detik saja, lalu otomatis terbuka salah satu unit loker kosong yang terpilih oleh mesin (secara acak saya kira). Loker yang terbuka itulah milik anda😀 Selanjutnya masukkan barang kesana, tutup pintu loker, dan bebas masuk ke supermarket. Tapi simpan baik-baik tiket loker anda kalau ngga mau repot mengurus pengambilang barang di loker tanpa informasi unik dan spesifik tanpa tiket ditangan. Gimana juga ngebuka pintu loker, kalau kita ngga punya bar code-nya? Atau, worst case scenario kalau anda tipe pelupa berat atau cenderung teledor dengan hal-hal kecil, paling tidak coba ingat baik-baik nomor pintu loker dan nomor seksi lokernya.

 

loker, RT Mart, tiket, bar code
Tiket Loker Ber-bar code di RT Mart: Untuk ambil kembali barang perhatikan nomor seksi lokernya supaya ngga tersasar dan bingung seperti saya😀

 

“Silly Me!” di Loker di RT Mart

Pengalaman pertama saya di RT Mart, tiket sih ditangan, tapi saya ngga tahu soal seksi loker ini. Karena tidak tahu area loker-nya punya 2 pintu masuk, tanpa disadari saya ambil barang titipan melalui pintu masuk yang beda…sementara semua loker terlihat sama. Berbekal ingatan hanya nomor unit loker, saya pun menggesek tiket ke mesin pembaca bar code terdekat, “lho kok ngga bisa-bisa?!”, untung ada bapak tua petugas loker. Gerakan tangannya bilang kalau saya harus ke sisi lain area loker, setelah sejenak melihat tiket saya. Karena saya merasa yakin sekali loker saya disitu maka tetaplah saya coba dan coba lagi gesek tiket di mesin. Pikir saya, ‘I don’t think he knows what he’s doing!’. Tapi rupanya keyakinan keliru saya itu hanya bikin ia tambah gemas dan marah. Akhirnya ia menunjuk-nunjuk kasar ke satu nomor di tiket, saya pun coba jalan ke arah yang ia tunjuk daripada pusing dengar ocehannya yang ngga saya ngerti. Ternyata oh ternyata, betul ada nomor yang serupa, dengan nomor ‘seksi loker’ yang tepat seperti tertera di tiket pula! Hahaha..what a loker!  

Setelah ambil barang, dan jalan menuju parkir bis antar jemput RT Mart sambil cengar-cengir sendirian membayangkan apa yang ada dikepala si bapak tua penjaga loker saat ia gemas menghadapi kekeraskepalaan saya, “he does know what he’s doing, and I didn’t”😀 But I really cherish the experience. 

 

loker, Metro
Loker di Supermarket Metro: Bermesin bar code seperti RT Mart, hanya beda posisi mesin-nya.

 

Refleksi Perbandingan Loker di Indonesia-Cina

Populasi, Daya beli dan mental belanja, serta prinsip kapitalisme, mungkin jadi faktor pembeda kenapa sistem loker umumnya di kedua negara berbeda.

Sejak tinggal di Cina barulah saya melihat sendiri apa arti ‘populasi tertinggi didunia’ dalam keseharian. Secara praktis, hampir ngga ada istilah di jalan-kereta-airport-bis-restoran-ruang publik umumnya sepi karena jatuh hari sabtu, minggu, atau liburan. Menunjukkan banyaknya manusia di negeri ini, apa yang statistik bilang 1.3 milyar jiwa sendiri. Faktor lain adalah gaya hidup. Dua hal yang amat mencolok saya lihat adalah gaya hidup ‘makan’ dan ‘makan bersama di restoran’, serta ‘belanja’. Kedua hal yang masyarakat di Indonesia relatif jalani dengan sebutuhnya saja – dalam pandangan saya. Selain itu, barangkali pertumbuhan ekonomi Cina yang luar biasa turut memicu daya beli masyarakat sini secara umum relatif lebih tinggi ketimbang masyarakat Indonesia.

Juga, dalam logika umum efisiensi kalangan kapitalis, mungkin didapati lebih murah menyediakan area loker dengan sistem modern yang berorientasi ‘self-service’ bagi konsumen di negeri Cina, daripada membayar gaji beberapa petugas untuk melayani titipan barang ratusan pengunjung tiap harinya. Sebaliknya, di Indonesia mungkin area loker bermesin modern seperti tersebut diatas mungkin jadi keputusan yang tidak ‘efisien’ karena kebiasaan belanja dan daya beli masyarakatnya tidak setinggi di Cina, yang akhirnya berujung pada ‘buang-buang uang’. Instead, lebih baik gaji beberapa orang untuk jaga konter penitipan barang yang umumnya berfungsi juga sebagai area penukaran bonus dan poin belanja.

Tapi ini hanya dugaan saya. Sungguh saya ngga tahu berapa besar pengeluaran untuk fasilitas loker seperti tersebut di Cina, dan seberapa balik modal jika itu diterapkan di Indonesia juga. Juga, ngga ada data statistik ditangan saya untuk melihat dan membandingkan tingkat belanja konsumen di kedua negara. Gimanapun, segala hal yang ngga ditemui atau ditemui berbeda dengan yang ada di tanah air selalu jadi hal menarik untuk di bagi ke saudara sebangsa, atau dibaca dari tulisan saudara sebangsa yang sedang bermukim di negeri lain.

The idea of exchanging and sharing experience and information is always interesting to me, that explains why I’m now here blogging!🙂

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s