Impian Beranak Asuh: Done!

Malam ini (28 Maret 2012) semangat dan energi saya meletup letup! Kami dapat balasan email terindah setelah sekian minggu berbalas email dengan Yayasan GN OTA. Balasan itu berisi konfirmasi bahwa pembayaran dana bantuan sekolah yang kami kirim sudah diterima, plus info awal tentang 4 calon anak asuh kami. Wah senangnya ngga terkira!

Buat saya, beranak asuh adalah mimpi lama sejak jaman kuliah. Saya suka ide beranak asuh, dan berhasrat buat hidupkan ide itu. Tapi karena keterbatasan finansial harus tertunda sekian lama. Kini, buat saya dan suami sebagai pasangan tanpa anak biologis, beranak asuh tak hanya sarana berbagi pada anak-anak orang lain yang terancam sekolahnya, tapi juga jadi penyaluran positif energi dan potensi menjadi ‘orang tua’ yang baik.

Kebahagiaannya bukan pada jumlah anak dan berapa yang kami keluarkan, tapi pada realisasi target keluarga mini kami tanpa kehadiran anak biologis. Really, jumlah nominal yang kami keluarkan tak ada seujung kuku banyak kontributor lain yang dana sosialnya bikin kepala menggeleng pusing :p

Ada sedikit kekhawatiran kalau berbagi cerita ini akan jatuh ke isu pamer. Tapi hasil renungan saya bilang ngga perlu khawatir apa kata orang. Yang terpenting adalah kebebasan untuk mengekspresikan kebahagiaan dan menularkan semangat berbagi. Terkait ini saya pernah ketemu kutipan bagus, yaitu:

“Be who you are and say what you feel because those who mind don’t matter, and those who matter don’t mind.” (oleh redflux di situs Beststuff)

Saya percaya dalam konteks membantu dan berbagi, ngga perlu malu sama orang yang berbagi lebih besar, atau tinggi hati ke orang yang berbagi lebih kecil. Nilai riil dari berbagi adalah sama, berapapun nilai nominalnya. Nilai nominal hanya berarti ‘kemampuan fisik yang berbeda’ saja. Tapi mungkin anda punya pendapat dan perspektif berbeda..

Ngga sabar rasanya pingin segera bersurat dan komunikasi rutin dengan ke-empat anak asuh kami yang semua kami pilih (1) dari provinsi Indonesia timur/Papua, dan (2) berjenis kelamin perempuan.  Ngga sabar pingin berbagi semangat hidup kami, menyumbang motivasi hidup pada mereka, belajar banyak dari kehidupan mereka.

Kenapa Papua?

Pertimbangan sederhana kami adalah; kemiskinan memang tak kenal tempat dan waktu, tapi semiskin dan seterbelakang apapun anak-anak di pulau Jawa misalnya, wilayah timur Indonesia lebih membutuhkan perhatian. Mereka yang ada di pulau Papua lebih berkesempatan menikmati kue pembangunan. Juga, paparan bantuan dari berbagai sumber lebih tinggi. Sumber bantuan tetap maupun temporer seperti berbagai pemilihan/kampanye pejabat, zakat/dana sosial perusahaan atau kelompok, dan lainnya.

Kenapa Murid Perempuan?

Di negara miskin atau berkembang macam Indonesia, masih ada kecenderungan tinggi masyarakat lebih dahulukan lelaki untuk menikmati fasilitas dan peluang tertentu. Di dunia pendidikan umum terjadi orang tua harus memilih lelaki untuk meneruskan sekolah ketimbang perempuan saat terbentur keterbatasan keuangan.

Kenapa GN OTA?

Praktis karena jumlah dana bantuan per-anak untuk satu tahun akademik masih terjangkau kemampuan kami.   Ngga lain karena konsep bantuan GN OTA bersifat mengurangi ketimbang menghapus beban dan tanggung jawab para orang tua biologis. Hal lain adalah karena (1) jaringan GN OTA sudah terbentuk luas, (2) yayasan sudah berbadan hukum jadi lebih mudah meminta pertanggung-jawaban jika diperlukan.

Gimana dengan anda? Apa anda juga punya, pernah atau sedang merencanakan beranak asuh? Jika sudah dan sedang berjalan, bagaimana jalan anda menemukan anak asuh? Apakah melalui yayasan GN OTA seperti kami, atau jalan lainnya yang anda rasakan lebih baik? Saya tertarik dengar kisah dan pengalaman unik anda terkait anak asuh dan kegiatan berbagi serupa! 

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s