Perpustakaan Umum Provinsi – Xi’an: Beberapa Jam di Surga Buku!

Pernah ngga anda merasa semangat dan energi meledak-ledak karena sesuatu yang sudah dinanti-nanti dan kepengeni sekian lama, tapi karena waktu dan kondisi masih harus nunggu beberapa saat lagi?😀 Begitulah yang saya alami sore 2 hari lalu!

Siang itu dari jalan-jalan keliling blog saya terbawa ke 3 blog yang super inspiratif dan nge-gerakin saya untuk segera ambil aksi terkait hasrat dan minat terhadap buku. Hasrat dan minat yang terbengkalai terlalu lama. Kedua situs tersebut jadi bensin yang tersiram ke bara didasar tumpukan kayu api unggun yang hampir mati (Hadoh!). Buat anda peminat pecinta buku saya rekomendasikan banget cek mereka disini: Taking Awal One New Lesson From Each Book You Read, Lesson I Learned Reading Over 200 Books, dan How To Read A Book A Week In 2012 (Great thanks to both great bloggers–Julien Smith and Elle!)

Adrenalin bikin hati dan pikiran pingin langsung ngabur ke perpustakaan, nyusun target baca, dan mulai hidupin lagi kebiasaan baca buku. Tapi itu harus ditunda sampe besok, karena waktu ngga memungkinkan—sudah dekat jam pulang kerja warga, plus jarak tempuh kesana sekitar 6 kilo. Akhirnya saya putuskan untuk kesana besoknya.

Jadilah kemarin saya cek perpustakaan umum tingkat provinsi (Shaanxi) yang ada dikota dulunya bernama Chang’an ini. Dari apartemen saya naik bis mini 710, ongkos 2 kuai/yuan sampai jalan Cui Hua. Lalu sambung bis mini lagi 701 (ngga salah kok, nomornya memang mirip!) yang rutenya melewati perpustakaan. Ongkosnya Cuma 5 mao/jiao, alias setengah dari 1 kuai, hanya sekitar 5 menit bis sampai di depan perpustakaan.

Fisik dan Kesan

Walau sudah sering lewati gedung itu, saat tiba dan masuk kesana saya amat terkesan. Ukurannya kira-kira seperti gedung perpustakaan nasional RI di Salemba-Jakarta. Hanya, arsitektur perpustakaan Xian ini lebih keren dan mengesankan. Lokasi amat strategis—dipersimpangan antara jalan utama Chang’an Lu dan Danerhuan Lu (yang terakhir disebut adalah ring road dalam kota).

Belum lagi Chang’an Lu adalah jalan yang dilewati jalur subway/kereta bawah tanah Xi’an. Jalur 2 dari sistem subway Xi’an itu adalah jalur yang pertama dibangun dan baru beroperasi September 2011 lalu. Sementara Jalur 1 sedang dalam pembangunan saat ini. Kedua jalur itu nantinya akan memotong satu sama lain di satu titik.

Pintu masuk utama setelah menaiki tangga halaman area gedung.

 

Arsitektur pojok sisi kanan-kiri gedung: Modern, Kontemporer, Grande.

 

Patung sosok yang saya duga tokoh atau pemikir pendidikan. Sayang saya ngga ngerti tulisan di batu itu. Mungkin anda bisa bantu artikan?

 

Ini yang anda lihat saat keluar dari pintu masuk gedung: Pilar-pilar besar dan situasi di persimpangan 2 jalan raya utama kota.

 

Anak tangga menuju pintu masuk utama gedung. Dimanfaatkan warga sebagai tempat duduk, menghangatkan diri, dan mungkin menunggu teman🙂 Bunga-bunga aneka warna menambah khas suasana Spring. Harumnya amat terasa lho saat jalan-jalan di area halaman ini. Sore yang indah!

 

Seksi buku asing ada di lantai 3F, kesanalah saya naik. Sampai sana, Hoahhh, rasanya hati dan kepala bangun seketika!! Walau saya akui itu bukan perpustakaan bahasa Inggris terbesar yang pernah saya lihat, tapi bicara tinggal di Cina artinya bicara negara yang bahasanya jelas ngga bisa saya kejar. Apalagi jadi sarana untuk menikmati buku? Oke anda benar, bisa aja kalo tekad dan kemauan tinggi, tapi sayangnya itu bukan pilihan terbaik saya saat ini.  Disini, ketemu dan bisa menikmati beberapa ribu buku berbahasa yang saya kenal aja sudah  jadi surga luar biasa buat saya. Ya, surga bagi pengembaraan jiwa dan pikiran saya. Tempat nongkrong terindah dan ternyaman dikota ini selain apartemen kami. Yay!😀

Tiba disana sekitar jam 3, perpustakaan tutup jam 5, praktis ngga banyak waktu untuk puas baca. Akhirnya saya gunain sedikit waktu itu untuk keliling rak ngecek koleksi mereka. Hati makin melonjak-lonjak dari rak demi rak. Bukan apa-apa, karena kebayang apa yang saya mau lakukan dengan koleksi itu. Setelah cek rak saya ambil beberapa buku untuk sekedar scanning dan skimming.

Ada kesan mendalam begitu masuk gedung hingga telusuri lantai per-lantai. Antusias dan budaya baca yang lebih tinggi dari warga lokal. Terus terang ini diluar dugaan saya. Lantai satu mulai dari lobby hingga ruang baca penuh terisi, mulai dari anak-anak maupun orang dewasa. Ruang baca hampir tak ada yang kosong. Betul, Cina punya populasi terbesar didunia.Tapi, Indonesia kurang besar apa—dengan jumlah perpustakaan minim di Indonesia bersanding dengan 300 juta rakyat? Saya selalu berharap budaya buku dan baca di tanah air terbangun lebih baik dari yang saya lihat dalam keseharian. Budaya dan Sistem dimana peran besar pemerintah amat dituntut—terutama soal harga buku dan kurikulum yang berorientasi kebiasaan baca. Itu cuma soal waktu, saya harap.

Foto diambil di lantai 3F. Didepan saya adalah peta lantai 3F dan tangga turun-naik di kejauhan. Lift ada di sisi dimana saya berdiri.

 

Salah satu area baca di lantai 3F. Mungkin ini salah satu dari sedikit tempat di Cina dimana penuh orang tapi begitu tenang dan jauh dari teriakan!😉

 

Ruang khusus untuk koleksi buku asing: Bahasa Inggris dan Jerman. Ngga sangka hubungan Jerman-Cina untuk dunia pendidikan amat tinggi.

 

Setelah menuruni anak tangga di halaman, terhidang sederet mading (majalah dinding) umum buat warga. Lucu juga, saat lihat-lihat disini saya ditawari pamflet tempat kursus bahasa Inggris. Baru sadar kalo saya adalah 'sesama warga lokal' bagi mereka yang belum kenal, hehe.. Jadi kepikir untuk pasang iklan les prifat bahasa juga disini! ;D

 

Keluar gedung, turun anak tangga halaman, belok kiri, langsung ketemu pintu subway. Disisi pintu ini adalah bus stop yang dilewati lebih dari 15 bis kota berbagai rute.

Jam Buka

Mereka buka setiap hari tanpa libur. Dari pagi (saya kira jam 8—nanti dikoreksi pastinya), sampai jam 5 sore. Kecuali Senin dimana mereka buka lebih siang, 1.30, dengan jam tutup tetap. Registrasi anggota (untuk anggota asing, ngga tahu gimana anggota local), bayar 400 yuan per-orang, saat berhenti keanggotaan uang dikembalikan. Lama peminjaman per-buku adalah 3 minggu. Sekali pinjam terbatas hanya untuk 2 buku koleksi asing plus 2 buku koleksi cina.

Anyways, kunjungan pertama saya cukup sukses ngebakar semangat lebih besar. Selanjutnya, saya mau bikin jadwal dan target baca berkala supaya budaya baca saya lebih terukur. Ini penting buat tahap ngebangun kembali sebuah kebiasaan. Untunglah siang itu saya tetap paksa dan seret langkah ke perpustakaan siang kemarin—saat mood menurun di tengah perjalanan setelah urus beberapa keperluan lain. Benar banget kata orang, “Motions change emotions!”.😀

Anda punya pengalalaman unik dengan perpustakaan dan buku? Perpustakaan apa dimana yang paling bikin anda terkesan dan betah berlama-lama? Apa yang bikin anda terkesan?.. Saya pingin dengar kisah anda!🙂

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s