Sahur Kami di Xi’an..

 

Hidup berdua disini, tanpa teman sesama muslim pula bikin Ramadhan kami agak kering, hehe.. Terutama buat saya. Yang nyenengin adalah saya punya kesempatan untuk tarawih bareng di masjid terbesar dan tertua provinsi ini, The great mosque, yang berlokasi di pusat kota Xian. Tepatnya di area yang terkenal sebagai Muslim Quarter–termasuk hot spot-nya wisata Xi’an. Hari ketujuh Ramadhan 2012 ini belum juga tercapai kesempatan itu, tapi saya udah janji ke diri sendiri bakal kesana satu dua hari ini.

Balik ke soal kering tadi, keringnya adalah disuasana. Saya baru mulai puasa di hari ke-3. Hari pertama sampai ketiga saya jalani tanpa sahur. Alarm handphone udah nyaring, tapi gitu bunyi cuma dimatiin terus balik molor. Mata berat banget buat bangun, ngga ada berisik bangunin sahur diluar atau tivi. Yang ada cuma suami yang lelap dan handphone. Suami coba bangunin juga, tapi ya balik lagi ke alam mimpinya habis itu. Capek deh..😛

Akhirnya baru 3 hari belakangan ini aja kami bangun sahur, itu juga karena saya kena heat stroke 3 hari lalu, setelah seharian ada di boncengan motor suami saya, wara-wiri ngurus ini itu. Hari itu sampe hari ini panas kota ini teriknya pol sampe nyentuh 38C! Anginnya aja pun terasa panas di kulit😦

Karena kami seneng yang praktis-praktis, menu sahur pun sepraktis mungkin. Sahur ketiga pagi kemarin masih seputar roti + sosis ayam + keju gouda. Pake saus maple syrup dan saus BBQ Hickory, hmmm..so yummy! Hubby masih yang lebih pede kalo dia yang musti panasin sosis dan rotinya, syukur malah jadi ringan dan makin tegar karena ada temen bangun, hehe.. Sementara saya nyiapin hal lainnya.

Sahur pagi ini–masih beberapa jam lagi–keliatannya menunya masih akan sama karena kita ngga mau roti gandum yang tinggal beberapa potong lagi terbuang karena bosan. Untuk ngejaga cairan tubuh kami beli beberapa jenis buah untuk beberapa hari; pisang, apel, mangga, semacam melon (tapi luarnya kelihatan seperti timun suri), dan anggur biru.

Walau seneng praktis tapi tetap rasanya suka kangen pingin sahur pake ketimun rebus berkuah, ikan sarden, telor dadar, dan masakan khas sahur ala keluarga di tanah air! Lidah suka nagih.. tapi itulah bagian dari keluarga campur budaya, masak sesuai selera masing-masing jadi malah lebih ribet, makan waktu, dan ngga hemat akhirnya :p

“Sahuuuur…sahur!!”..😀

 

One thought on “Sahur Kami di Xi’an..

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s