Fashion “O’oh!” dan “Aha!”

Selama di Cina saya sering ngalami pusing soal pakaian. Karena saya bukan tipe pengikut setia mode/trend fashion terbaru, jadi pilihan pakaian saya cenderung yang sederhana dan klasik. Ribetnya adalah saat ke pasar suliiiit rasanya cari pakaian yang harganya terjangkau tapi sesuai selera saya yang cenderung melawan arus. Masyarakat sini termasuk yang amat bergairah sama mode terbaru. Mungkin karena fashion dianggap jadi cermin status ekonomi dan ‘kecantikan’.

Seringkali pakaian yang saya suka karena kesederhanaan dan sifat klasiknya itu bikin pusing saat ke pasar biasa, tapi kok ya begitu masuk toko mahal dan ber-merk lenyap sudah pusingnya! Hehehe.. Karena daya beli akhirnya ya memang musti ulet nyari dan tahan banting (terutama para betis dan kaki yang tugasnya lebih menantang).

Masalah klise saya di pasar adalah mostly accessories. Ibarat daratan saya mungkin cenderung kayak gurun, susah temuin aksesoris menempel di pakaian/tubuh. Saat beli pakaian, seringnya suka sama 80-90% modelnya, tapi kok adaaa aja aksesoris yang mengganggu di mata. lol.. Kalo keliatan ngga bisa di rombak saya pilih batal beli. Tapi kalo masih bisa diakalin masih bisa saya beli, contohnya sweater murmer yang saya beli belum lama ini hanya 19 kuai alias 23 ribuan perak dibawah ini. Lumayan buat ganti-ganti. Saya suka warna dan modelnya yang simple. Cumaaaa…pita di bahunya.. ah..ah..ah..so-not-me! :p

 

Desktop-001
Before: “O’ooh!”. After: “Aha!”

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s