Taobao dan JingDing (JD), antara Kucing dan Anjing

Kemarin siang ketokan pintu di apartemen saya berakhir dengan suksesnya belajar (lagi) cara bertransaksi lewat Taobao. Ketokan sebetulnya oleh petugas gas yang pingin ngecek saluran gas dari pintu ke pintu. Tapi karena tetangga yang berseberangan pintu lagi gendong-gendong anaknya di lorong jadi deh kami bertukar sapa…sampe akhirnya berakhir ke topik belanja online. Karena lagi libur, Ashley tetangga kami yang baik itu nawarin untuk bantu ngeliat kesulitan transaksi saya.

Halaman muka JD setelah di translate Google Chrome
Halaman muka JD setelah di translate Google Chrome

Tapi ternyata begitu sampe di tahap pembayaran, dia sendiri ngga ngerti dan ngga bisa bantu – justru di tahap itulah saya mentok terus. Akhirnya dia putusin untuk kembali lagi malamnya, saat suaminya yang ahli komputer pulang kerja. Sekitar jam 8 malam Ashley kembali lagi bareng suaminya. Setelah uplek sana-sini ternyata masalahnya adalah; komputer saya ngga di set untuk baca dan tulis karakter Cina, itulah sebabnya tiap kali masuk  tahap pembayaran saya selalu mentok, karena tahap tertentu pembayaran itu harus melewati tampilan perintah dalam karakter Cina. Akhirnya Fufu sang suami nambahin bahasa Simplified Chinese ke program keyboard saya, plus donlot dan install input sistem lain dari internet supaya keyboard saya bisa baca tulis karakter Cina dengan maksimal, pake program yang lebih bagus, karena mereka dapatin setting-an dari Windows ngga oke.

Komputer saya pakai Google Chrome untuk browser, selain Internet Explorer dan Firefox. I love Chrome! Dengan Chrome ini tiap situs berbahasa non-Inggris di set untuk selalu nawarin kita apakah page-nya mau otomatis diterjemahkan ke bahasa Inggris. Cuma tetap aja, selalu ada tahap tertentu yang ngga bisa diterjemah-otomatiskan, bahkan ngga bisa di copy-paste! Biasanya yang sifatnya pembayaran atau transaksi online. Lah kalo ngga ngerti bahasanya, di copy-paste juga ngga bisa gimana mau coba terjemahinnya? Masa mau ketok pintu tetangga atau tanya teman lokal terus tiap kali butuh? Ngga asik banget dong kalo muka kita jadi identik sama ‘minta tolong’..😀

Balik ke tetangga ini, selain sabar nunjukin ke saya step-by-step transaksi Taobao, mereka juga nunjukin salah satu situs lain untuk belanja online di Cina. Situs ini ternyata mulai populer juga, namanya JD alias JingDong. Lucunya, kalo Taobao berlogo kucing (ah aku kok malah ngga pernah ngeh ya!), si JD ini berlogo anjing. Lengkap sudah ada kucing dan anjing! Hehe.. Mereka sendiri ngaku rajin belanja di JD ini karena beberapa hal berikut…

  1. JD punya gudang besar di Xian, bahkan berencana mau buka kantor pusat di Xian. Dampaknya ya pengiriman jadi cepat; hari ini pesan besok udah nyampek di depan pintu.
  2. Tiap belanja diatas 39 yuan bebas biaya kirim ke seluruh wilayah daratan Cina.
  3. Sistem pembayaran mayoritas produk adalah COD alias bayar ditempat (saat barang nyampek), ataupun kartu ATM karena petugasnya punya/bawa mesin gesek kartu bank (kata mereka sih bank apa saja yang berlogo Unionpay).

Lebih bagus mana nih jadinya, Taobao atau JD? Relatif dan tergantung. Kabar yang saya dapat dari berbagai sumber – termasuk Ashley dan suaminya ini, bilang kalo Taobao memang masih lebih lengkap pilihan produknya. Tepatnya mungkin terbesar. Menurut Fufu Taobao itu perusahaan e-commerce terbesar di dunia. Sekilas memang terkesan lebay, tapi sebetulnya masuk akal kok, gimana ngga, kalo rakyat Cina sendiri terbesar sendiri di dunia, berarti e-commerce terpopuler di Cina otomatis jadi terbesar di dunia juga.

Halaman muka Taobao setelah di translate Google Chrome
Halaman muka Taobao setelah di translate Google Chrome

Persoalannya cuma di target pasar aja… kalo amazon dan ebay punya target pasar global, Taobao hanya membidik pasar dalam negeri, atau mungkin tepatnya, berusaha membatasi putaran uang berpusat di perekonomian domestik. Artinya, masyarakat luar Cina bisa dan boleh aja dapetin dan belanja produk Taobao, tapi tetap harus lewat beragam agen Taobao, yaitu pihak ketiga di dalam daratan Cina yang memfasilitasi konsumen luar Cina yang pingin belanja lewat Taobao. Sementara JD, pilihan produknya masih belum selengkap dan seramai Taobao.

Beberapa kali saya diingatin supaya hati-hati belanja di Taobao. Terutama dalam milih produk (supaya ngga berakhir dengan produk palsu/tiruan), dan milih toko/penjual. Yang jelas, sistemnya di Taobao, saat kita belanja dari satu toko, pembayaran yang kita lakukan itu ngga langsung masuk kantong si toko tapi masuk ditahan oleh kantong Taobao dulu. Begitu barang kita terima, dan kita lakukan konfirmasi ke toko kalo barang sudah kita terima, barulah Taobao transfer uangnya ke pemilik toko. Kalo barang rusak atau ngga sesuai yang kita mau/pesan, kita punya waktu 7 hari untuk kembalikan dan kontak toko, barang bisa kita kembalikan atau tukar, bahkan uang kembali kalo memang kita mutusin untuk batalkan pembelian.

Selain Taobao dan JD, apa lagi perusahaan e-commerce lainnya di Cina? Buanyak! Sekedar menyebut terbesar yang saya tahu; ada 58.com, 365.com, Tmall.com. Secara terpisah saya akan tulis pengalaman pertama saya ber-JD deh..😀

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s