Lila dan ‘dog sweeping’ di Xian..

“Hi Inda. I’m Tongtong*. One thing need to pay attention. Recently because the dog bites, the government have already started to capture and confiscated big dogs in the Tang Yan Road. So My boyfriend let me tell you don’t go there when you walk your dog. Just around your apartment will be OK. Have a good day.”

So, Lila lagi dapet tantangan niy… Sms itu saya terima tadi siang dari pacarnya konsultan properti yang udah bantu temuin apartemen yang efektif kami tempati baru semingguan ini. Saya jadi kenal dia karena konsultan properti kami itu suka datengin pacarnya buat bantu jadi translator, hehe… Inggrisnya si pacar emang lumayan sih buat komunikasi sedikit lebih lancar. Hal lain, si pacar ini seneng sama anjing, dan bilang pingin pelihara anjing gede juga. Lila sih ngga gede-gede amat ya, cuma maksudnya dia bukan anjing kecil poodle. Sampai-sampai, kemarin pas konsultan kami itu dateng buat temanin teknisi AC, udahannya dia minta ijin motoin Lila, buat sang pacar katanya. Hayu, silahkaaan!😀

Sebetulnya tanpa ‘ancaman’ serius dari pemerintah itu pun kami bertiga udah ngalamin berbagai tantangan saat jalan dan main di berbagai taman termasuk akhirnya di taman panjang (Long park)** dekat area tinggal kami.

Mulai dari diteriakin petugas taman dengan kasar***, bahkan di usir saat main dan duduk-duduk di rumput,  sampe dipermalukan dengan teriakan (lagi-lagi) kasar dan tidak manusiawi oleh petugas kebersihan saat Lila poop di trotoar – di kira kami bakal ninggalin poop si kucil di sana seperti banyak orang lakukan disini. Gara-gara kelakuan jorok dan ngga tanggung jawab sebagian orang, kami yang resik dan penuh tanggung jawab (selalu bawa serokan poop plus plastik, atau minimal plastiknya aja) jadi kebagian getahnya. Ngusap dada lah pokoknya…

Baru belakangan ini bertahap kami tahu, di sini taman dan rumput itu cuma buat pajangan mata, gak boleh duduk-duduk atau santai piknik di rumput apalagi biarin anjing main lari-lari di rumput – tapi kalo liat kelakuan jorok sebagian besar masyarakat ya bisa dipahamin kenapa mereka di larang keliaran di rumput, udah dilarang aja sampah selalu ada di berbagai pelosok taman termasuk poop manusia, yikes!

Anyway, akhirnya tadi saya langsung sms pemilik Pet shop & Vet langganan kami soal kebenaran berita itu. Gak berapa lama dia jawab dengan telfon balik langsung, dan bilang kalo kami harus punya surat2 dan ID Lila. Dari situ keliatannya berita itu benar, karena kalo kena sweeping tapi Lila punya ID maka dia akan aman. Ia bersedia bantu bikin ID Lila dan kasih tahu syarat-syaratnya. Biayanya 550 yuan.

Jadi inget, sekitar seminggu lalu ketemu anjing gede juga di jalan, pemeliharanya cewek muda yang Inggris-nya super lancar – ngobrol jadi enak banget ngalirnya! Dia juga tiba-tiba tanya apa Lila udah ter-register. Keliatannya terkait berita itu..

Hmmm, pikiran melayang ke sekitar 1.5 tahun lalu. Kami adopsi Lila lewat seorang teman. Temannya dia itulah keluarga pertamanya Lila – pasangan WN Rusia. Katanya sih mereka punya semua dokumen resmi Lila. Kisah yang kami dengar sih, mereka ‘bubar grak!’ dan ngga ada yang mau bawa Lila. Alhasil mereka taruh si Lila di pet hotel. Jadilah Lila terbuang. Saat dengar kabar itu Lila sudah 10 harian di pet hotel. Dengan berbekal info kalau Lila adalah husky, pure bred, dan masih puppy, kami langsung putusin untuk adopsi dia. Tahu dia seperti ‘terbuang’, menunggu keluarga barunya, insting ‘nyelamatin’ kami jadi aktif.

Satu malam, jadilah kami jemput Lila di persimpangan jalan dekat sekolah tempat suami kerja. Lila di tuntun oleh teman kami itu, dan kesan saya pertama kali saat itu, “lho kok udah gedeeee??!! Katanya puppy?!” Tapi nasi udah jadi bubur, saya merasa terjebak, ngga punya hati lagi untuk nolak atau batalin. Apalagi saat liat gimana dia langsung loncat ke Johan. Ke saya dia masih holding back, mungkin karena bisa rasain suasana jiwa saya saat itu. Kami beri uangnya sesuai kemampuan kami saat itu ke si teman, teman kami itu bilang dia bakal kasih dokumen-dokumen dan ID Lila nanti, nyusul. Sekali dua kali kami singgung soal itu, tapi sampe hari ini nol. Baru belakangan kami dapati kalau si teman ini kelihatannya sedikit bermasalah sama uang. Sekarang malah putus total pertemanan – dia selalu menghindar. Akhirnya kami ngga pedulikan lagi dokumen Lila dari dia, kami bakal buat sendiri lagi yang baru.

Tiba hari ini, siang tadi, ternyata memang kami sudah perlu segera bikin ID buat Lila. Saat ini di ujung tulisan, menoleh ke belakang saya, ada iba rasanya lihat Lila lagi tidur dengan nyamannya di dalam crate…AC terpasang (Husky ngga tahan suhu tinggi), air selalu tersedia, mainan di sampingnya, dan ‘mommy’ nya yang sudah beradaptasi penuh sama dia ada di ruang yang sama. Lebih jauh, dia kini punya keluarga yang semaksimal mungkin selalu ada buat dia. (gak sadar airmata sambil menggenang..)

Kami memang belum mampu beri dia halaman luas untuk dia leluasa main, tapi paling tidak kami sudah berusaha nyelamatin dia dari ‘ketidakpastian’ dan ketidakpedulian. Kami mungkin belum seutuhnya jadi trainer yang baik dan sempurna bagi dia, tapi jelas kalau dia dapat cinta besar dari kami berdua. Kami yakin dia bisa rasakan itu.

Keterangan:

*     Nama samaran.

**  ‘Long park’ adalah sebutan saya untuk taman memanjang di jalan raya Tang Yan Lu, hanya sekitar 100 meteran dari lingkungan apartemen kami.

*** Baru kemudian kami tahu berteriak keras dan yang menurut kultur saya dan suami sebagai ‘kasar’ adalah hal umum di sini, dan NGGA di anggap kasar/ngga sopan/ngga manusiawi.

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s