Cerita seceret ‘masala tea’ sore ini…

Tadi sore, di akhir percakapan telepon dengan suami dia bilang, “Oh, if you’re bored you can also make some (masala) tea!”. Saya agak keberatan untuk ngerjain apa yang dia ‘minta’, jadinya, “I’m not bored and I am about to do some editing..sorry honey!”.. terdengar tawa ringan di seberang telpon sambil bilang, “Okay, that’s fine. See you home, then!”

Dia harus balik ke kelasnya. Habis tutup telpon saya ke dapur, mau bikin minum untuk saya sendiri. Karena gelas kotor semua jadilah saya cuci gelas dan piring dulu. Ampas teh berserakan di sink bekas dia bikin teh pagi ini. Tiba-tiba ada yang mengganjal…dalam hati saya, “waaait a minute!”..

Tiba-tiba saya teringat, apa yang almarhum bapak saya akan bilang ke istrinya saat beliau kepingin kopi di luar jam-jam rutin kopi itu sendiri???(Maklum, kalau jam-jam rutin kan ngga perlu ada komunikasi lagi makanan/minuman langsung terhidang!). Paling mungkin almarhum bapak saya akan beri perintah, bukan bertanya kesediaan ibu. Sementara ibu saya, hampir ngga mungkin ia menolak, tapi kalaupun menolak atau keberatan karena satu hal, maka paling mungkin bapak saya melotot, marah, dan kesal beberapa hari. Itu pun cukup beruntung kalau tidak di stempel ‘istri durhaka’ (Oh well, hasil ajaran salah kaprah guru ngaji/ustadz tradisional yang pola pikir dan mental patriarkal-nya di setel maksimum)..😦

Teringat semua itu saya jadi merasa kurang bersyukur sudah menolak permintaan sesederhana itu. Dengan kondisi suami saya satu-satunya yang bekerja untuk keluarga kecil kami, kalau dia mau dia bisa main perintah, tapi tentu ngga akan terjadi karena itu bukan kultur darimana dia berasal. Di kulturnya (itu kenapa saya pilih menikahi dia), lelaki perempuan setara dalam hak dan kewajiban rumah tangga, bekerja atau menganggur bukan berarti perlu ada diskriminasi uang saku atau tanggung-jawab dan kontrol finansial.

Saya menganggur di negeri asing ini, tapi dia selalu tempatkan saya di posisi terhormat dalam rumah tangga kami maupun di luar rumah. Saya berhak atas kontrol yang sama, bahkan terkadang bisa lebih atas manajemen keuangan keluarga kami. Saya dapat uang saku berjumlah sama dengan dia yang berkerja, bahkan saat saya berkali-kali dorong dia untuk pakai sistem proporsional (supaya dia lebih besar krn kebutuhan hariannya lebih besar sebagai pekerja), dia tetap menolak. Alhasil dia pun jadi ngerem berbagai keinginannya demi disiplin menabung untuk masa depan kami. Tentu saya juga punya kontribusi sendiri dalam rumah tangga kami. Tapi karena kondisi dan situasi di negeri ini, suami saya lebih sebagai provider (penyedia), saya sendiri masih terbatas fokus sebagai homemaker (pengatur/manajer domestik rumah tangga).

Hari ini (sabtu-minggu memang hari tersibuk sekolah tempat ia mengajar) dia kerja sehari penuh sejak pagi, kalau di ujung hari ia minta dibuatkan teh kesukaannya, pastinya jauh dari lebay. Apalagi, karena kebiasaan nge-teh masala ini adalah dalam rangka membatasi kebiasaan minum soda dan kopi (demi kesehatan jangka panjang), makin penting di support penuh malah!

Akhirnya, selesai cuci piring tanpa disadari tangan saya sudah bergerak meracik teh masala. Seringnya memang suami yang buat karena dia menikmati proses bikinnya itu. Kami putuskan untuk jadikan teh masalah sebagai minuman harian bukan hanya karena rasanya, tapi terutama karena kandungan sehat teh itu sendiri; cardamom, fennel, star anise, bay leaves, kayumanis, teh, dan susu – kalau kami di tambah cengkeh selain tentu saja garam dan gula. Apa saja kandungan bagus dan menyehatkan dari teh masalah India ini? Silahkan di Google.. cari tahu sendiri biasanya akan lebih ingat! hehehe..😉

Setelah racik-racik, giling, rebus, saring, campur-campur, rebus lagi, taraaaa..jadi deh se-ceret teh masala untuk suami… dan saya juga dong!😀

 

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s