Temukan bahagiamu…

Waktu menunjukkan 12.59 am waktu Xian, beberapa menit kedepan saya mau tutup komputer, tapi sebelumnya saya cek email dulu sambil tercenung sejenak.. suami saya ada di ruang yang sama, di ruang keluarga apartemen kami mungil dan hangat kami, lagu-lagu cat steven dari album ‘Another Cup of Yusuf’, sambil sesekali ikut bernyanyi, beberapa menit lalu sempat ia bilang ke saya, “album ini selalu ngingatin saya ke masa kebun kacang dulu..”, yang saya sambut kontan dengan, “Persis! Sama..saya juga gitu. Hampir tiap saat bersih-bersih rumah saya putar album ini sambil nunggu kamu pulang kerja…atau saat rumah sudah bersih saya masak pun sering ditemani album ini..”, kami berdua saling lempar senyum lepas…😀

Dari obrolan barusan itu, saya teruskan baca email…dengan lagu-lagu cat steven terus mengalir…suami saya terlihat rileks karena besok ia mulai libur tahun baru Cina 10 hari-nya itu. Sekeliling ruang keluarga ini agak berantakan…Lila lelap tidur di rumahnya, sesekali saya dengar ia mengigau🙂 yang bikin kami berdua saling lempar pandang dan senyum tertahan. She’s super cute!

Semua itu berkelebatan selintas, menggiring saya ke satu titik…”betapa indahnya keluarga kecil kami!” ‘Rumah’ mungil nan hangat ini…lelaki berhati dan pikiran baik yang terbaring di sofa sambil bermain dengan komputernya di belakang saya ini…anjing husky buah hati kami nyaman terbujur lelap di kandangnya setelah lelah berlarian di taman sore tadi…lagu-lagu indah dan dalam dari cat steven…Cinta, pengertian, kejujuran, keterbukaan, keseiringan visi misi hidup kami berdua, dan semua yg perlahan tapi pasti kami bangun bersama…semua itu sudah bikin saya merasa jadi satu dari orang yang paling bahagia dan beruntung di dunia!😀

Saya teringat kemarin sore saat pulang nonton bioskop dengan teman lokal saya. Ia bilang, “saya mengimpikan bertemu dengan lelaki idaman saya yang kaya dan bisa bikin saya bahagia!”… ia mengucap itu dengan penuh semangat, senyum lebar dan ceria terkembang di wajahnya… saya ikut tersenyum dan spontan bilang, “iya, semoga tercapai!”.. tapi beberapa detik kemudian ngga tahan saya ucapkan, “…Ada yang bilang, kebahagiaan itu kita yang ciptakan, itu berasal dari dalam, bukan pemberian orang lain. Saya percaya itu. Tapi kayaknya saya tahu maksud kamu..”

Ia jawab sambil menahan tawa, “…ayolah jangan terlalu serius!”, detik itu saya tahu mungkin ia benar. Saya terlalu serius melihat komen itu…mungkin karena terlalu sering saya dengar itu keluar dari banyak mulut, termasuk mungkin mulut saya sendiri dahulu saat masih jauh lebih muda dan penuh khayal… “saya pingin dapatin orang yang bisa bikin saya bahagia!”… Pernyataan yang amat selfish dan egosentris namun seringkali murni karena kekurang-sadaran akan apa itu bahagia dan kebahagiaan…

Saya ngga bilang saya sudah paling tahu apa itu bahagia dan kebahagiaan, mungkin saya masih belum sepenuhnya memahami dan menghayati apa itu ‘bahagia’ dan kebahagiaan sejati. Tapi di titik ini saya merasa selangkah lebih sadar dari saya sebelumnya, bahwa kebahagiaan itu kiranya produksi kita sendiri, bukan pemberian atau hadiah dari orang lain. Kita bertanggung-jawab penuh akan bahagia tidaknya diri kita…kita yang ‘bekerja’ untuk menjadi bahagia dengan apa yang kita punya dan alami… rasanya amat egosentris jika kita letakkan kebahagiaan kita pada bahu orang lain – sekalipun partner hidup kita sendiri.

Bahagia itu adalah kerja tak berujung, dengan diri sendiri maupun bersama orang-orang yang kita cinta dan sayang… Bahagia itu kerja timbal balik dan tim. Lihat, teliti luar dan dalam diri, syukuri, temukan bahagiamu…

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s