Pulla – Finnish Coffee Bread

Pulla - finnish coffee bread.
Pulla – finnish coffee bread.

CERITA SEBELUM BIKIN

Suami saya sering nyebut dan cerita kenangannya dengan Pulla, atau kadang dia hanya sebut ‘Finnish coffee bread’ (baca: roti teman ngopi ala masyarakat Finland). Suami saya keturunan Finland generasi kedua, ayahnya WN Kanada imigran dari Finland. Dia suka cerita gimana memori sarapan atau sekedar ngopi di temani Pulla ini waktu ia berkunjung ke Finland. Sekedar info saja, masyarakat Finland umumnya termasuk peminum kopi tertinggi di dunia, sama dengan masyarakat Indonesia kali yah.. *ngga main statistik dan data dulu deh ya..fokus ke resep aja, hehe..*

Kemarin (5 Februari) salju pertama winter 2014 di Xian akhirnya turun. “Telat kaliii, mister salju! Udah masuk Spring baru turun, hihii..”. Salju turun, bikin memori hubby melayang ke momen-momen makanan, lagu, dan perayaan natal di kampung halamannya.. Ia bukan orang relijius – sama kayak saya, tapi perayaan natal bagi dia cenderung sebatas kenangan masa kecil dan pertumbuhan aja..kenangan manis kumpul bersama keluarga..

Habis makan malam semalam kami ngeteh masala sambil dia  browsing ragam resep teh masala di youtube, sampe akhirnya jadi ngobrol rempah, lalu nyerempet juga ke Roti Pulla ala Finlandia – karena si Pulla ini memang pakai biji cardamom yang kami pakai di teh masala juga.

Okay, enough of that! Akhirnya saya ambil buku resep masakan Finland hadiah dari bapak mertua, dan lihat ulang resep Pulla. Karena mood lagi bagus, plus semua bahan kebetulan tersedia di dapur lengkap, jadi deh saya ngedapur lagi🙂  Dari baca berbagai sumber dan pengalaman sekali bikin roti pizza, kesimpulan sementara saya ragi itu makhluk super sensi dan tricky! Jenisnya banyak dan tipe ngolahnya juga jelimet (dalam benak saya yang ngga kebiasa bikin roti-rotian lho ya!). Makanya saya jadi sering hindarin resep ber-ragi *pssst!*

Saya pakai resep dari buku ‘The Finnish Cookbook’ oleh Beatrice A. Ojakangas (lihat rinciannya di bawah). Bahan dan cara buatnya saya ikuti persis seperti resep – kecuali dekorasi almond karena hubby ngga suka, dan ‘crushed lump sugar‘ karena saya ngga punya. Hanya, takarannya (tiap bahan) saya kurangi jadi setengah dari yang di sarankan. Lebih baik bikin sedikit dulu, kalo gagal kan ngga nampol banget bete-nya…sayang bahan juga sih😉

CATATAN SAAT PEMBUATAN

Bagian ini harus saya lompati dan bikin dalam tulisan tersendiri aja ya, supaya tulisan ngga terlalu panjang dan lebih fokus😉 Silahkan cek/klik di sini: Pulla – Finnish Coffee Bread (bag 2)

HASIL AKHIR

Karena ini pengalaman pertama bikin roti jadi saya ngga pasang harapan terlalu tinggi. Intinya sih, “lakuin aja dan lihat nanti”. Dari setengah takaran resep itu jadi 2 Pulla kepang, dan 1 loyang Pula cinamon roll (ukuran dan jumlah lihat foto-foto di tulisan bagian ke-2. Pulla kepangnya ukuran kecil – sesuai ukuran oven saya.

Gimana hasil akhirnya?? Cukup sukses! Yuhuuu..😀 Buat saya itu sukses besar karena ini pertama kali bikin roti (selain roti pizza duluuu banget yang ternyata gagal, tapi maksud saya selain roti pizza). Suami kelihatan sangat terkesan dan sempat saya lihat berbinar matanya, hahaa.. sambil ngunyah dia bilang, “oh wow, my wife made Pulla!!” :D pertama jadi itu Pulla cinamon roll, itu sudah sekitar jam 3 pagi, dia ngga tahan dan seloyang roll tinggal setengah dalam sekejap. Ibu mertua, tadi pagi dia juga terdengar surprise dan kasih pujian terutama karena saya biki pakai convection oven yang menurut dia lebih rumit dalam hal pengaturan temperatur di samping ukurannya. Karena itu beliau bilang, “…you’re doing great with that!”. 

Probably wasn’t the best Pulla or cinamon roll but it does the trick after not having it for a while.. ;D another thing is, bread has not been my thing. I don’t come from ‘bread maker’ family or culture, so I understand they were surprised. I feel so good about it!🙂 I feel like I won over my fear of yeast and bread making, lol..

Pulla kepang pertama bawahnya sedikit gosong, karena saya belum sesuaikan suhu oven. Bagian atas roti ternyata kurang masak, tapi ngga buruk-buruk amat. Kami makan setengah, setengahnya lagi diam-diam saya buang..ngga eatable! Pulla kepang kedua yang lebih sukses. Tapi lain kali saya bakal taruh kertas baking untuk nahan panas dari permukaan loyang supaya bagian bawah roti ngga terlalu cepat matang..atau gosong seperti Pulla yang pertama.

Overall, I’m pretty satisfied. Next time will do and get better!😀

Dinikmati bareng teh masala, kopi, atau susu. Apalagi pas musim dingin, lebih mantap!
Dinikmati bareng teh masala, kopi, atau susu. Apalagi pas musim dingin, lebih mantap!

3 thoughts on “Pulla – Finnish Coffee Bread

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s