Prague Philharmonic (2)

IMG_20160101_191555

Konser tahun baru sudah lewat 2 hari, tapi rasanya masih terasa tuh nikmatnya pertunjukan! Gue bukan musisi, ngga bisa main musik instrumen pula – hadiah Biola dari J masih ngumpet di lemari.. juga ngga ada background pendidikan dan kultur musik klasik. Tapi udah sejak kecil dulu senang banget mantengin alunan musik klasik dari radio – lupa deh nama stasiunnya tapi masih rada kebayang suara si penyiarnya, hihi.. Suaranya berat kalem tapi empuk didengar gitu.. (kue putu kali ya empuk..:D)

Kami berangkat beberapa jam lebih awal supaya bisa Lupper dulu – lunch dan supper dirapel karena paginya kelewat ngga sarapan… Resto pilihan kali ini, Buddhist vegetarian resto yang cuma 2o menitan jalan kaki dari Concert Hall.

Semua masakan mereka yang pernah kami cobain -termasuk malam itu- semua nendang banget yummy-nya!! Variasi masakan aneka dagingnya banyak, rasanya..beuhh..pokonya nagih! Entah gimana mereka bikinnya, yang jelas semua masakan ber-‘daging’ palsu yang mereka punya kok rasanya mirip banget sama daging.

Milih resto ini jadi adil, karena J yang sudah 2 tahunan terakhir ini vegetarian pun bisa makan ‘daging’ lagi.. haha.. Wine ikut nemani kami sore itu karena rasanya pas buat bikin lebih rileks dan santai sebelum nonton orkestra.

Tiba di ticket box masih cukup awal, tapi tetep harus ngos-ngosan dulu sedikit karena pas mau bayar air minum lah kok berdua kehabisan cash..ngga nolong lagi saat semua snack counter di situ ngga ada yang terima pembayaran lewat (hape) Alipay maupun gesek kartu debit…jadilah mutar-mutar cari ATM terdekat :p

Sebagai penikmat musik klasik yang non-pemusik, gue siy ngga banyak ngerti soal penamaan dan judul, disitulah pamflet acara jadi ngebantu banget, terutama jadi bisa nandai apa nama movement yang gue paling suka.. later bisa cari di Youtube pas pingin dengar lagi..hehe..

Audiens nya keliatan imbang anak-anak dan dewasa, gue yakin yang dewasa mostly ada disana justru karena bawa atau nemani anak-anaknya yang sedang belajar alat musik. Cukup banyak juga para kakek nenek menonton – mungkin itu yang betul-betul penikmat seperti kami berdua.

Gue sendiri menikmati seluruh permainan dan movement, tapi paling favorit itu permainan kedua; Symphony No.9 in E minor “From the New World”, terutama pas movement Largo, Scherzo (molto vivace) dan Allegro con Fuoco. Ohlalaaa indahnya ngga terlukis kata-kata, sampe di satu titik movement terakhir ngga terasa sampe nitik air mata euy…saking didalam tuh rasanya dansa dansi bareng musiknya! Kebayang betapa mereka menghabiskan seluruh hidup mereka untuk jadi pemusik orkestra, gimana mereka berlatih, gimana keseluruhan feeling antar mereka begitu terhubung jadi satu permainan indah…

Rasanya, selama keseluruhan permainan itu…seluruh sel otak terbuka, bebas menari ngikuti ritme dan turun naiknya emosi musik. Seluruh otot dan aliran darah rileks dan mengalir lancar. Rasanya, kalau boleh pakai istilah dewasa, saat itu jiwa gue seperti mengalami…musical orgasm!

2 thoughts on “Prague Philharmonic (2)

    1. Hahaha..iyah sama aja kok kalo mau esensinya… ke konser itu buatku lebih ke sensasi dan extra fun treat aja 😀
      Ada karya composer favorit tertentu mungkin? Aku ngga pernah bosan sama Serenade nya Schubert, Ma vlast (terutama pas bagian Vltava) nya Smetana, dan beberapa karya terkenal Mozart yang ngga kuinget namanya..

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s