Sentuh dengan bunga..

Sampai juga kami ke titik 9 tahun! Kemarin siang hubby kirim sebuket mawar merah. Indah dan harum…perayaan kecil 9 tahun kebersamaan kami.

Dulu jaman remaja, rasanya saya hampir ngga punya perhatian khusus ke bunga.. senang liat warna warninya, senang mengendus harumnya.. tapi bukan pecinta berat bebungaan.. apalagi yang berharap atau minta dikasih bunga sama pacar..

Sekarang, terutama beberapa tahun terakhir J jadi suka kirim bunga di hari ultah saya atau ultah pernikahan kami. Saya lupa gimana ceritanya bisa jadi gitu, padahal beberapa tahun pernikahan kami ngga ada itu bunga-bungaan.. Apalagi J yang memeluk banyak nilai-nilai buddhism sering protes kalau saya petik bunga di taman, katanya kira-kira “biarkan dia hidup dan mati secara alami ditempatnya tanpa kamu campur tangan”.. Saya yakin dia punya alasan reasonable dan tolerable lain dibalik kasih bunga di hari spesial🙂 Yang jelas saya menikmati, dia pun terkesan ‘usaha’ untuk itu..

Ada istilah “katakan dengan bunga..”. Saya merasa, cinta dan komitmen kami sudah jelas terkatakan dan terbuktikan… ngga perlu bunga untuk dirasa dan lihat, tapi kehadiran bunga di sana-sini dengan bisa jadi semacam pengingat kecil yang manis untuk bilang, “I’m always here..you’re always here too”.

Ada juga orang yang lebih praktis bilang kira-kira, “ngga perlu bunga-bungaan, sangat temporer dan layu lalu mati, wasted, kalau pacar mau kasih sesuatu lebih baik makan bersama atau belikan sesuatu yang berguna..”

Tiap orang punya perspektif dan keyakinan sendiri soal pemberian dan makna bunga dalam mengekspresikan perasaan dan perhatian. Mulai alasan praktis, pragmatis, filosofis, environmentalist, dan sebagainya..

Kecuali jika ada perspektif lain soal bunga yang mampu membalik pikiran saya jadi lebih cerah, saya cenderung melihatnya: bunga itu tetumbuhan yang bisa terus tumbuh dengan relatif mudah (tidak seperti kelapa sawit yang butuh tahunan dan lahan amat luas, misalnya), industri bunga menciptakan pekerjaan bagi petani bunga hingga florist, memberi dan menerima bunga itu tidak menyakiti dan mencelakai siapapun, so why not?

Gimana dengan anda sendiri? Adakah kesan dan pendapat berbeda tentang menyatakan perasaan dan perhatian lewat bunga? Saya tertarik dengar suara berbeda soal ini..🙂

2 thoughts on “Sentuh dengan bunga..

  1. What a beautiful bouquet!! Just like you are, Inda! What a thoughtful and romantic idea of J. I like flowers, plants, and chocolate! Hubby knows I am a plants hoarder🙂

    1. Thank you for your lovely words, Sastri! He is not usually a ‘flower guy’ but i guess over time he learnt, it adds only goodness to throw some flowers here and there :p Ah speaking of Chocolate, he got some Belgian truffles in return to the flower ;D

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s